Keikutsertaan atlet Bali di Jateng Open 2026 dipandang bukan sekadar agenda tanding biasa. Ajang yang berlangsung pada 23-25 Juli mendatang itu disebut menjadi ukuran penting untuk melihat sejauh mana kemampuan atlet Bali menghadapi lawan dari luar daerah, sekaligus bagian dari pembinaan menuju PON Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat.
Pengkab PASI Bangli berharap ada kesempatan bagi atlet-atletnya untuk turun di kejuaraan tersebut. Sekretaris Pengkab PASI Bangli, Nengah Budiarsa, menyebut pihaknya telah mengusulkan keberangkatan 11 orang yang terdiri atas delapan atlet, dua pelatih, dan dirinya sebagai sekretaris pengkab.
Uji kemampuan sebelum PON
Menurut Budiarsa, Jateng Open memberi ruang bagi atlet untuk mengukur perkembangan prestasi mereka lewat persaingan langsung dengan atlet dari provinsi lain. Ia menilai ajang seperti ini penting agar pembinaan tidak berhenti pada latihan, tetapi juga teruji dalam kompetisi yang lebih luas.
“Jateng Open menjadi kesempatan atlet kami menjajal kemampuan dengan atlet-atlet dari provinsi lain. Ini penting sebagai tolok ukur menuju PON NTT-NTB,” kata Budiarsa saat dikonfirmasi Kamis (9/7).
Di sisi lain, Pengprov PASI Bali juga telah mengusulkan dukungan anggaran agar lebih banyak atlet dari kabupaten dan kota di Bali bisa tampil di Jateng Open. Namun, jika anggaran terbatas, prioritas akan diberikan kepada atlet yang sedang menunjukkan peningkatan prestasi dan punya peluang meraih medali.
Nomor yang dipantau di Bangli
Bangli melihat sejumlah nomor atletik sebagai sektor yang layak diberi kesempatan tampil. Di antaranya adalah lompat jauh putri, lompat jangkit putri, lari 800 meter, serta nomor sprint 100, 200, dan 400 meter.
| Nomor Atletik | Jenis | Fokus |
|---|---|---|
| Lompat jauh putri | Lapangan | Diproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON |
| Lompat jangkit putri | Lapangan | Diproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON |
| Lari 800 meter | Lintasan | Diproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON |
| 100, 200, dan 400 meter | Sprint | Diproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON |
Budiarsa menyebut atlet-atlet di nomor tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan Bali pada PON mendatang. Karena itu, keikutsertaan dalam kejuaraan seperti Jateng Open dinilai penting untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka di level nasional.
“Kalau atlet tidak diberikan kesempatan mengikuti kejuaraan seperti ini, akan sulit mengetahui sejauh mana perkembangan prestasinya dibandingkan atlet daerah lain,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua Harian PASI Bali.
Laporan ke pemerintah daerah
Rencana pengiriman kontingen Bangli sudah disampaikan kepada Bupati Bangli. Budiarsa mengatakan pemerintah daerah selama ini memberi perhatian terhadap pembinaan atlet, sehingga pihaknya berharap usulan itu bisa mendapat persetujuan.
“Saya sudah melaporkan kepada Pak Bupati. Mudah-mudahan mendapat persetujuan karena ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan atlet di Bangli,” tambahnya.
Harapan itu juga sejalan dengan dorongan agar sinergi antara Pengprov PASI Bali, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan tetap kuat. Budiarsa menilai pembinaan atlet akan lebih berkelanjutan jika dukungan itu berjalan bersama, bukan berdiri sendiri.
Di tengah target menuju PON NTT-NTB, Jateng Open menjadi salah satu titik ukur yang dianggap nyata untuk melihat kesiapan atlet Bali. Dari sana, pembinaan tidak hanya diukur dari latihan harian, tetapi juga dari hasil saat berhadapan langsung dengan pesaing dari daerah lain.
