Kementerian PU dan Hutama Karya Tingkatkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Segera

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) meningkatkan upaya percepatan pemulihan di Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah. Fokus utama pemulihan mencakup pemulihan konektivitas jalan, normalisasi sungai, serta penyediaan layanan air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air menjadi aspek terpenting dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, normalisasi sungai dan pengamanan tanggul menjadi prioritas untuk melindungi warga sekaligus mencegah risiko bencana susulan.

Upaya Pemulihan Infrastruktur Jalan dan Sungai
Hutama Karya mengambil peran sentral sebagai pelaksana lapangan dengan pengerahan berbagai alat berat di wilayah terdampak seperti Pidie Jaya, Takengon, dan Aceh Tengah. Tindakan yang dilakukan meliputi perbaikan jalan utama serta pembangunan dan pemeliharaan jembatan penting menggunakan berbagai alat seperti excavator dan crane.

Di beberapa koridor strategis, seperti Gayo Lues – Blangkejeren dan Lawe Alas – Kutacane, Hutama Karya bergerak cepat memperbaiki jalan serta membangun tanggul sungai guna meminimalkan potensi banjir dan longsor berulang. Total 12 unit alat berat termasuk wheel loader dikerahkan dalam operasi di wilayah tersebut.

Penyediaan Air Bersih dan Rehabilitasi Fasilitas Publik
Selain infrastruktur jalan dan tanggul, pemulihan fasilitas air bersih juga menjadi fokus utama. Hutama Karya menargetkan pengoperasian kembali Instalasi Pengolahan Air (IPA) di empat lokasi di Aceh, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara. Di sana, dilakukan pengeboran sumur dan rehabilitasi jaringan air bersih guna mendukung kebutuhan komunitas terdampak.

Fasilitas publik seperti pondok pesantren dan puskesmas juga mendapat perhatian dengan aksi pembersihan dan perbaikan akses jalan. Langkah ini diharapkan mempercepat normalisasi aktivitas sosial serta memperlancar distribusi logistik kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinasi dan Kerja Terpadu Antara PU dan Hutama Karya
Menteri Dody mengungkapkan seluruh penanganan dilakukan dengan koordinasi ketat sesuai arahan Presiden RI agar pemulihan infrastruktur berlangsung cepat dan efektif. Dalam prosesnya, situasi lapangan dipantau secara intensif dengan memperhatikan dinamika tanah dan aliran air yang berubah pascabanjir.

Mardiansyah, Executive Vice President Hutama Karya, menekankan pentingnya akses aman dan andal dalam setiap tahap pemulihan. Tim lapangan diarahkan untuk bekerja cermat dengan memperhitungkan risiko tanah longsor dan kerusakan tambahan sehingga hasilnya dapat bertahan lama.

Fokus Penanganan Tiga Pilar Utama Pascabencana
Pemulihan yang dijalankan Kementerian PU dan Hutama Karya dilakukan secara terklaster dan prioritas menyesuaikan kebutuhan kritis di lapangan:

  1. Pengembalian konektivitas jalan utama dan jembatan agar mobilitas warga tetap terjaga.
  2. Normalisasi sungai dan penguatan tanggul untuk mencegah banjir dan longsor susulan.
  3. Pemulihan layanan publik terutama penyediaan air bersih di beberapa titik vital.

Semua kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi fisik, tetapi juga memperkuat daya tahan komunitas di Aceh terhadap risiko bencana masa depan.

Dengan pengerahan lebih dari 118 personel dan berbagai alat berat, kolaborasi ini menunjukkan komitmen tinggi dari pemerintah melalui Kementerian PU dan Hutama Karya dalam mempercepat pulihnya kondisi pasca-bencana. Penanganan yang matang dan menyeluruh diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor sosial dan ekonomi serta menjaga keselamatan warga Aceh secara berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version