PT Aneka Tambang (Antam) memastikan kondisi seluruh pekerja di tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, dalam keadaan aman setelah terdeteksi gas beracun di area kerja bawah tanah pada Selasa dini hari, 13 Januari 2024. Asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO) muncul sekitar pukul 00.30 WIB di level 700 tambang, diduga akibat terbakarnya kayu penyangga.
General Manajer Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menyatakan kadar gas CO terukur mencapai 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman yaitu 25 ppm. Karena potensi bahaya tersebut, perusahaan langsung mengevakuasi seluruh pekerja dari area terdampak guna mencegah risiko keracunan. Tidak ada korban ataupun pekerja yang terjebak di lokasi saat kejadian berlangsung.
Nilus juga membantah isu ledakan atau adanya ratusan korban yang beredar di media sosial. Pihak Antam menjelaskan bahwa istilah “level 700” yang disalahartikan sebagai jumlah korban sebenarnya merujuk pada penanda tinggi area kerja di dalam tambang, bukan jumlah orang. Penanganan teknis dilakukan sesuai prosedur keselamatan tambang dengan menghentikan sementara aktivitas di area itu.
Upaya mitigasi termasuk pengaturan sistem ventilasi dan isolasi ruangan terus dilakukan sampai kadar gas kembali ke level aman. Hingga Rabu sore, kadar karbon monoksida di dalam tambang mulai menurun, meskipun tim masih menunggu kondisi benar-benar aman untuk memeriksa sumber asap secara detail.
Pemerintah Kabupaten Bogor turut memastikan kondisi tersebut dengan langsung memantau lokasi kejadian. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan hasil verifikasi bersama jajaran Forkopimda bahwa tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban dari insiden ini. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, juga membantah kabar ledakan dan menegaskan hanya terjadi kemunculan asap saja.
Proses ini menunjukkan kesiapsiagaan Antam dalam menjalankan standar keamanan dan keselamatan kerja di sektor pertambangan, terutama dalam penanganan gas beracun yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja. Penambahan kontrol ventilasi dan evakuasi cepat menjadi langkah krusial untuk menghindari dampak negatif lebih lanjut.
Langkah-langkah yang diambil Antam selama penanganan insiden meliputi:
1. Deteksi dini dan pemantauan kadar gas karbon monoksida.
2. Evakuasi cepat seluruh pekerja di area terdampak.
3. Penghentian sementara aktivitas kerja di level bermasalah.
4. Pengaturan ulang sistem ventilasi tambang.
5. Isolasi dan pengamanan area sebelum dilakukan pemeriksaan intensif.
Situasi ini menggarisbawahi pentingnya disiplin protokol keselamatan di tambang bawah tanah yang rentan terhadap risiko gas beracun. Antam tetap berkomitmen menjaga keamanan para pekerjanya dengan mengedepankan kontrol dan prosedur standar kerja yang ketat di lapangan.
Masyarakat di sekitar tambang Pongkor juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait insiden ini, guna menghindari kepanikan yang tidak berdasar. Upaya kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjamin keselamatan bersama dan kelancaran operasional pertambangan emas di Bogor.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com