Kepolisian Kabupaten Bogor menegaskan bahwa yang terjadi di area tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) bukan ledakan, melainkan munculnya asap beracun. Asap ini pertama kali terdeteksi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.
Menurut Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Wikha Ardilestanto, asap yang muncul itu berasal dari lokasi tambang bawah tanah di level 700. Diduga asap tersebut berasal dari terbakarnya kayu penyangga dalam area tambang. Pihak Antam sendiri memastikan tidak ada ledakan sama sekali.
Konsentrasi gas karbon monoksida (CO) yang terukur dalam asap itu sangat tinggi, mencapai 1.200 ppm. Ini jauh melewati batas aman yang hanya 25 ppm. Karena itu, PT Antam segera mengevakuasi seluruh pekerja yang berada di area terdampak demi keselamatan mereka.
Kondisi udara yang mengandung gas beracun membuat akses ke lokasi sumber asap menjadi sangat terbatas. Aparat keamanan sampai saat ini masih menunggu waktu yang tepat untuk masuk dan melakukan penyelidikan lebih dalam. Hingga Kamis, 15 Januari 2026, belum ada informasi pasti mengenai penyebab munculnya asap.
Untuk pemantauan dan pengamanan, kepolisian mengerahkan sebanyak 43 personel di lokasi tambang. Mereka juga dibantu oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah setempat. Namun, kadar CO yang tetap tinggi menyebabkan proses pengecekan menjadi sulit dan berisiko.
Sementara itu, Basarnas mengonfirmasi bahwa penanganan kebakaran di area tambang tersebut masih dilakukan secara internal oleh PT Antam. Tidak ada laporan kejadian besar lain seperti ledakan atau kecelakaan serius yang terjadi. Seluruh pekerja dilaporkan dalam kondisi aman setelah evakuasi.
Informasi awal yang sempat beredar di media sosial tentang ledakan hingga menyebabkan korban jiwa banyak, dibantah keras oleh kepolisian dan manajemen Antam. Mereka menegaskan berita tersebut tidak benar dan hanya menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di masyarakat.
Dalam penanganan insiden ini, PT Antam bersama aparat keamanan dan pemerintah daerah terus berkoordinasi intensif. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi tambang aman dan mencegah risiko lebih lanjut terhadap lingkungan serta keselamatan pekerja.
Berikut rangkuman fakta penting terkait kemunculan asap beracun di tambang Antam Bogor:
1. Asap muncul sejak 13 Januari 2026 pukul 00.30 WIB, bukan ledakan.
2. Asap berasal dari terbakarnya kayu penyangga di area bawah tanah level 700.
3. Konsentrasi gas karbon monoksida mencapai 1.200 ppm, jauh melebihi batas aman.
4. Semua pekerja telah dievakuasi dan dalam keadaan aman.
5. Akses ke sumber asap masih dibatasi karena kadar gas masih berbahaya.
6. Kepolisian bersama Forkopimda memantau lokasi dengan 43 personel.
7. Penanganan kebakaran ditangani internal oleh PT Antam dengan dukungan pihak terkait.
8. Informasi ledakan dan korban jiwa yang beredar di media sosial tidak benar.
Situasi di tambang Antam Bogor saat ini masih terus dipantau dengan ketat. Penyebab pasti kemunculan asap ini menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut setelah tim investigasi dapat masuk ke lokasi secara aman. Pihak berwenang terus berupaya menjaga keselamatan lingkungan dan pekerja tambang dalam penanganan kejadian ini.
