USK Kirim Ribuan Mahasiswa Program Berdampak Siap Bantu Korban Bencana di Berbagai Daerah

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengirimkan 1.050 mahasiswa untuk terlibat dalam Program Mahasiswa Berdampak dalam rangka pemulihan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh. Program ini bertujuan membantu para penyintas yang masih menghadapi penderitaan berkepanjangan setelah musibah banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mahasiswa USK tersebut disebarkan ke berbagai lokasi terdampak bencana dengan kondisi lapangan yang sulit, seperti keterbatasan air bersih dan lingkungan yang kurang ideal. Sebelum diterjunkan, mereka menerima pembekalan di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Banda Aceh, agar lebih siap menjalankan tugas sosial kemasyarakatan dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada di lapangan.

Peran dan Harapan terhadap Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Mustanir, menegaskan bahwa mahasiswa harus hadir sebagai problem solver bagi masyarakat terdampak. Mereka diharapkan mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah secara kreatif sehingga dapat membantu warga bangkit dari trauma dan kesulitan berkepanjangan akibat bencana. Mustanir juga mengingatkan agar mahasiswa mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara matang sebelum terjun ke lapangan.

Program ini tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik semata, melainkan juga pendampingan psikososial seperti trauma healing, pengajaran mengaji, dan pendampingan belajar bagi anak-anak terdampak. Dengan demikian, mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang menyeluruh untuk pemulihan sosial dan psikologis masyarakat.

Pendanaan dan Partisipasi USK

Program Mahasiswa Berdampak ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. Dari 609 proposal yang masuk secara nasional, 203 proposal berhasil didanai. USK sukses memperoleh pendanaan untuk 21 proposal, menjadikan universitas ini perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak yang didanai di antara 82 perguruan tinggi pengusul.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK. Melalui program ini, para mahasiswa tidak hanya menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kebencanaan, tetapi juga menebar kebaikan dan menjaga reputasi baik universitas di tengah masyarakat terdampak bencana.

Sejarah Kegiatan dan Lokasi Penugasan

Sebelumnya, USK juga telah mengirimkan 719 mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar ke sembilan kabupaten di Aceh yang terdampak, antara lain Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan pada awal Januari 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, dihadiri langsung oleh Rektor dan Ketua LPPM USK.

Program kali ini merupakan kelanjutan dari komitmen USK untuk membantu meringankan beban masyarakat yang masih berjuang menghadapi krisis akibat banjir. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat terus diupayakan demi mempercepat proses pemulihan dan pemulihan sosial di wilayah Aceh.

Dengan penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan sosial kemanusiaan, USK menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap kondisi masyarakat korban bencana. Program Mahasiswa Berdampak ini membuktikan peran strategis perguruan tinggi dalam membantu penanganan dampak bencana secara berkelanjutan dan terstruktur.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button