PBNU Resmi Jadwalkan Muktamar ke-35 Usai Lebaran Haji, Simak Detail Pentingnya!

Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada tahun 2026. Muktamar ini dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran Haji, yakni sekitar bulan Juli atau Agustus 2026.

Sebelumnya, PBNU juga memastikan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU berlangsung lebih awal pada bulan Syawal 1447 Hijriah, atau sekitar April 2026.

Penentuan Jadwal Muktamar dan Agenda Strategis NU
Keputusan tersebut disampaikan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, setelah Rapat Pleno di Gedung PBNU, Jakarta, pada 29 Januari 2026. Jadwal ini hasil pertimbangan agar agenda-agenda penting NU dapat terlaksana dengan baik dan berkesinambungan.

Menurut KH Miftachul Akhyar, pemilihan waktu Muktamar pada Juli atau Agustus bertujuan untuk menjaga marwah organisasi serta memperkuat tata kelola dan kepemimpinan PBNU. Penetapan ini juga merupakan langkah lanjutan dari kebijakan periode Muktamar ke-34 yang dipercepat satu tahun sebelumnya.

Latar Belakang Percepatan Muktamar
Percepatan jadwal Muktamar ke-35 menjadi solusi penting dalam meredam konflik internal yang sempat terjadi di tubuh PBNU. Kesepakatan ini dicapai melalui islah (rekonsiliasi) antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Pertemuan islah berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada 25 Desember 2025. Forum tersebut diprakarsai oleh para masyayikh dan mustasyar dalam upaya menyatukan kembali kepemimpinan organisasi.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa islah ini merupakan momentum penting bagi NU untuk bersatu dan menjadikan Muktamar sebagai jalan terbaik bagi organisasi.

Dampak dan Tindak Lanjut PBNU
Dengan tercapainya rekonsiliasi, ketegangan internal PBNU resmi berakhir. Kepemimpinan masih berlanjut dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Selanjutnya, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama guna mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 secara matang dan sistematis. Langkah ini diharapkan dapat memastikan event nasional tersebut berjalan lancar dan membawa NU ke arah yang lebih solid.

Penetapan agenda strategis ini menegaskan komitmen PBNU untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan program organisasi NU secara tertib serta konstitusional. Rangkaian kegiatan Munas, Konbes, hingga Muktamar, merupakan upaya penting dalam memperkokoh NU di tengah dinamika sosial dan keagamaan saat ini.

Terkait