Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengerahkan 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh. Pengiriman personel ini merupakan bentuk pengabdian tulus dalam mendukung warga yang terdampak bencana.
Koordinator Wilayah I PP GP Ansor, Timbul Pasaribu, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas antar sesama mukmin sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa bencana ini adalah ujian berat dan duka Aceh harus menjadi duka bersama yang diperjuangkan pemulihan dan normalisasi fasilitas publik.
Fokus Kegiatan Pemulihan Pascabencana
Program bertajuk "Normalisasi Fasilitas Publik Menyambut Ramadan" memang diarahkan pada pembersihan rumah warga serta fasilitas umum seperti masjid dan mushola. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadan dan Idul Fitri dengan nyaman dan layak.
Selain aktivitas pembersihan fisik, PP GP Ansor juga menyediakan bantuan logistik yang disalurkan melalui kerjasama dengan berbagai mitra strategis. Bantuan dari PT Pos Indonesia berupa tenda posko kemanusiaan dan paket sembako dari PT Bank Syariah Indonesia menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Jenis Bantuan yang Disalurkan
- Paket sembako sebagai kebutuhan dasar warga pascabencana
- Al-Qur’an sebagai pendukung ibadah selama Ramadan
- Perlengkapan sholat seperti mukena dan sarung
- Peralatan kebersihan khusus untuk masjid dan mushola yang terdampak
Dengan dukungan bantuan tersebut, diharapkan kegiatan ibadah masyarakat di wilayah terdampak tetap lancar meski dalam kondisi pemulihan.
Distribusi Personel dan Wilayah Kerja
Jumlah personel Bagana yang diterjunkan adalah 150 orang, terdiri dari 50 anggota asal Sumatera Utara dan 100 dari Aceh. Mereka akan beroperasi intensif selama 10 hari. Wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi lima kabupaten prioritas, yaitu Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
Timbul Pasaribu juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, dan komunikasi selama pelaksanaan tugas di lapangan. Ia menyatakan bahwa kerja sama yang solid akan memberikan hasil terbaik demi kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.
Gerakan GP Ansor tersebut menjadi contoh nyata peran organisasi kepemudaan dalam memberi solusi dan bantuan langsung kepada masyarakat pascabencana. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pemulihan fisik, tapi juga memperkuat semangat komunitas dalam menghadapi tantangan bencana secara bersama-sama.
