Peta Begal Bandung Beredar, Polisi Amankan 19 Tersangka dari 15 Kasus

Author: Qoo Media

Peredaran peta titik rawan begal memicu kekhawatiran warga Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Menjawab isu tersebut, kepolisian menyatakan telah mengamankan 19 tersangka dari 15 perkara kejahatan jalanan selama Juli 2026.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan pengamanan akan menjangkau seluruh wilayah kota. Kepolisian juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai setiap narasi kejahatan yang beredar di media sosial.

Peta Kerawanan Bukan Terbitan Kepolisian

Peta yang beredar membagi sejumlah wilayah di Bandung ke dalam empat kategori tingkat kerawanan. Unggahan tersebut turut mendorong narasi bahwa Bandung sedang menghadapi situasi darurat begal.

Dedi mengatakan peta dengan penanda merah, kuning, dan hijau itu bukan dibuat oleh institusi kepolisian. Ia menyatakan Polri akan hadir di tengah masyarakat untuk menjaga rasa aman di setiap bagian Kota Bandung.

“Saya akan sepenuhnya menjaga Kota Bandung ini, menjaga Kota Bandung setiap jengkal wilayah Kota Bandung ini, dengan menghadirkan Polri,” kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/7). Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat ditujukan untuk menjamin rasa aman.

Kepolisian tetap mengakui bahwa kasus begal dan tindak kejahatan jalanan memang terjadi di Bandung. Namun, tidak semua peristiwa yang ramai dibicarakan di media sosial merupakan aksi kejahatan jalanan yang telah terverifikasi.

15 Kasus yang Ditangani Polisi

Data yang dipaparkan Polrestabes Bandung menunjukkan sebagian besar perkara yang ditangani berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan. Sebanyak 19 orang pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan kendaraan bermotor.

Jenis Perkara Jumlah Kasus Penanganan yang Disampaikan
Pencurian kendaraan bermotor 8 kasus Termasuk dalam 15 perkara kejahatan jalanan
Pencurian dengan kekerasan 6 kasus Termasuk dalam 15 perkara kejahatan jalanan
Total penanganan 15 kasus 19 tersangka diamankan

Selain para tersangka, polisi menyita 11 unit kendaraan bermotor. Dedi menyebut sejumlah jenis senjata tajam juga turut diamankan dari para pelaku.

Menurut keterangan yang dikutip www.cnnindonesia.com, 15 perkara tersebut dinilai meresahkan warga Kota Bandung. Polisi menyampaikan hasil penanganan itu saat merilis para tersangka di Mapolrestabes Bandung.

Peristiwa Kecelakaan Juga Sempat Disebut Begal

Dedi mengingatkan bahwa penyebaran informasi tanpa pemeriksaan dapat membuat warga salah memahami suatu kejadian. Ada peristiwa kecelakaan lalu lintas dan pembunuhan yang kemudian dinarasikan sebagai begal oleh oknum masyarakat.

Ia mencontohkan kejadian kecelakaan tunggal yang melibatkan seorang remaja. Motor remaja tersebut rusak dan ia mengalami luka ringan, tetapi tidak pulang ke rumah lalu mengaku telah dibegal.

Kasus seperti itu, menurut Dedi, menunjukkan pentingnya verifikasi sebelum sebuah unggahan disebarkan luas. Polisi telah melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap sejumlah informasi yang muncul di media sosial.

“Masyarakat melaporkan tentang kejahatan jalanan, tidak semua, tidak semuanya ataupun tidak seperti apa yang diberikan oleh masyarakat itu mengandung nilai kebenaran,” kata Dedi. Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi kabar yang belum tentu sesuai dengan hasil pemeriksaan kepolisian.

Patroli di Jam Rawan

Polrestabes Bandung menyatakan telah mengantisipasi potensi kejahatan jalanan melalui patroli rutin pada jam-jam rawan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif.

Kepolisian mengimbau warga Bandung tetap beraktivitas seperti biasa tanpa mengabaikan kewaspadaan. Imbauan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat yang akan berkunjung atau berlibur ke Kota Bandung.

Dedi meminta masyarakat tidak resah dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. Warga yang memiliki informasi terkait tindak kejahatan tetap dapat melaporkannya agar dapat diperiksa oleh kepolisian.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru