Peluncuran Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ Ungkap Strategi Politik Terbaru

Peluncuran buku berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung resmi dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026. Karya jurnalistik dari Joseph Osdar ini mengupas hubungan politik antara Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Presiden Prabowo Subianto secara mendalam.

Buku ini mengajak pembaca memahami langkah-langkah strategis serta kebijakan yang diambil Prabowo sebagai presiden. Peluncuran berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka.

Perjalanan Hubungan Bamsoet dan Prabowo

Pertemuan pertama Bamsoet dan Prabowo terjadi sekitar tahun 1986 di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur. Sejak itu, interaksi mereka terus berkembang di tengah dinamika politik nasional. Joseph Osdar menggambarkan kedewasaan elite politik dalam menjaga persatuan bangsa melalui relasi ini.

Bamsoet menegaskan bahwa buku tersebut mengajak masyarakat untuk melihat konsistensi dan integritas dalam tiap langkah Presiden Prabowo. Menurutnya, antara ucapan dan tindakan Prabowo jarang sekali berbeda, mencerminkan sosok pemimpin yang merangkul dan menjembatani berbagai perbedaan.

Karakter dan Kepemimpinan Prabowo dalam Buku

Dalam buku ini, Prabowo digambarkan sebagai pemimpin yang menghindari musuh, karena menurutnya memiliki satu musuh sudah terlalu banyak. Sebaliknya, ia mengutamakan banyak kawan sebagai strategi membangun kebersamaan. Hal ini mencerminkan filosofi politik tanpa panggung yang memfokuskan pada akal sehat dan persatuan.

Joseph Osdar menilai sudut pandang Bamsoet memberikan gambaran yang jujur dan konsisten tentang sosok Prabowo. Ia berharap buku ini dapat menjadi masukan positif bagi Prabowo dalam menjalankan kepemimpinan di masa mendatang.

Acara dan Tokoh yang Hadir

Peluncuran buku di Senayan tidak hanya menjadi ajang perkenalan karya, tetapi juga ruang refleksi dan diskusi publik. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  1. Jimly Asshiddiqie, akademisi dan ahli tata negara
  2. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan
  3. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital
  4. Rocky Gerung, pengamat politik

Kehadiran mereka menegaskan relevansi buku ini dalam konteks pembahasan kepemimpinan dan arah kebijakan nasional.

Makna Buku untuk Politik Indonesia

Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung memberi wawasan baru tentang bagaimana politik dijalankan tanpa perlu hingar-bingar panggung politik yang sering memecah belah. Karya ini menyajikan refleksi penting terkait kepemimpinan yang pragmatis dan alasan di balik keputusan-keputusan politik Prabowo.

Dengan narasi yang faktual dan berdasarkan pengalaman nyata, buku ini menjadi sumber penting bagi para pengamat politik, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dalam jejak politik sang presiden.

Peluncuran karya ini menandai momentum penting untuk membuka ruang dialog konstruktif mengenai politik akal sehat di Indonesia dan menegaskan kembali komitmen elite politik dalam merajut persatuan bangsa tanpa ambisi panggung yang berlebihan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Terkait