Stafsus Menteri HAM Dorong Semangat Petugas SPPG Ciptakan Senyum Anak Indonesia

Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia melakukan kunjungan pemantauan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dauh Peken 5, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal demi pemenuhan hak anak atas pangan bergizi.

Thomas Harming Suwarta, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, memberi semangat kepada petugas SPPG agar menjalankan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kinerja petugas di lapangan.

Peran Strategis SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis

SPPG menjadi garda terdepan yang memastikan anak-anak menerima makanan bergizi sesuai standar. Thomas menjelaskan pentingnya dukungan sarana dan fasilitas yang layak agar hak dasar konsumsi pangan bergizi terwujud. Ia mengingatkan bahwa tugas para petugas adalah mulia karena menyiapkan anak Indonesia yang sehat, pintar, serta bahagia.

Pengawasan ketat dilakukan pada seluruh proses mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengantaran makanan ke sekolah. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga mutu dan keamanan pangan demi efektivitas program. Pengawasan berlapis mencakup:

  1. Pemeriksaan bahan baku sebelum masuk dapur
  2. Proses persiapan dan memasak makanan
  3. Penyiapan dan pengantaran makanan ke sekolah

Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis

Thomas membagikan hasil temuan dari pengelola SPPG bahwa program MBG membawa beberapa manfaat penting. Antara lain:

Di SPPG Dauh Peken 5 sendiri, sekitar 47 pekerja lokal terlibat dengan upah harian sekitar Rp120.000-125.000. Hal ini menjadi contoh nyata kontribusi program terhadap perekonomian komunitas setempat.

Penguatan Kualitas Layanan dan Sinergi Pemerintah

Kunjungan ini juga dilakukan untuk meninjau kondisi dapur, kebersihan, serta kelayakan fasilitas di SPPG. Kepala SPPG Dauh Peken 5, Rafi Afrizal, menyambut baik kehadiran Kementerian HAM sebagai bentuk monitoring dan dukungan layanan.

Pemantauan seperti ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemenuhan hak atas pangan bergizi. Diharapkan, pembinaan dan pengawasan berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan membuat anak Indonesia terus tersenyum sehat.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version