
Maraknya informasi hoaks mengenai pendaftaran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) via daring kini menjadi perhatian serius. Pemerintah sudah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tautan pendaftaran yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Hoaks ini biasanya berupa tautan pendaftaran BLT Kesra yang tampak resmi dengan logo dan nama instansi pemerintah. Namun, tautan tersebut bukan domain resmi (.go.id) sehingga berpotensi mencuri data pribadi korban. Data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), dan nomor rekening bank kerap menjadi incaran pelaku untuk disalahgunakan.
Modus Operasi Hoaks BLT Kesra
- Pelaku membuat situs palsu yang meniru tampilan resmi pemerintah.
- Masyarakat diminta mengisi data pribadi lengkap melalui tautan tersebut.
- Informasi palsu disebar dengan narasi urgensi seperti batas waktu pendaftaran.
- Beberapa korban diminta membayar biaya administrasi agar bantuan cair.
Padahal, program resmi pemerintah dalam penyaluran BLT Kesra dan bantuan sosial lain tidak memungut biaya apapun. Prosesnya pun melalui mekanisme yang ketat dan bertingkat agar bantuan tepat sasaran.
Cara Resmi Pendaftaran dan Verifikasi Bantuan Sosial
Penerima bansos harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos). Pendaftaran tidak bisa dilakukan secara mandiri lewat situs atau tautan viral. Berikut mekanisme pengusulan data penerima bansos:
- Warga mengajukan diri ke perangkat desa atau kelurahan melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel).
- Petugas melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima.
- Data didata ulang dan diinput oleh Dinas Sosial setempat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG).
- Kemensos melakukan validasi dan menetapkan nama penerima bansos dalam DTKS.
Oleh karena itu, informasi yang menjanjikan pendaftaran online cepat dan instan tanpa proses verifikasi resmi dapat dipastikan adalah penipuan.
Langkah Cek Status Bantuan Sosial Resmi
Untuk mencegah terjerat hoaks, masyarakat dapat melakukan pengecekan status bansos secara mandiri melalui channel resmi berikut:
- Kunjungi laman resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan data wilayah sesuai domisili dan nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul.
- Sistem akan menunjukkan status apakah Anda terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, BLT Kesra, atau program bansos lain.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk mengonfirmasi informasi bansos langsung ke kantor Pemerintah Desa/Kelurahan atau Dinas Sosial di daerah setempat.
Waspada Terhadap Permintaan Uang
Satu hal yang perlu diingat, setiap program bantuan sosial resmi tidak pernah meminta biaya administrasi atau uang untuk pencairan. Permintaan dana dari oknum yang mengaku sebagai petugas bansos harus diwaspadai sebagai modus penipuan.
Peran Pemerintah Desa dalam Menangkal Hoaks
Pemerintah Desa dan Kelurahan memainkan peran penting dalam mitigasi hoaks dengan mengedukasi masyarakat. Mereka diharuskan menyampaikan informasi benar kepada warga melalui pengumuman resmi, pengeras suara, hingga grup komunikasi RT/RW. Pemerintah desa juga diminta untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menindak praktik penipuan massal.
Kewaspadaan kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari risiko phishing dan penipuan daring terkait bantuan sosial. Jangan mudah tergiur janji bantuan instan, dan selalu gunakan kanal resmi untuk setiap kebutuhan program Bash sos.
Selalu jaga keamanan data pribadi. Jangan bagikan NIK, nomor KK, nama ibu kandung, atau data penting lainnya kepada sumber yang tidak jelas atau melalui tautan pendaftaran yang mencurigakan. Pemerintah menegaskan, proses daftar BLT Kesra yang sah harus melalui mekanisme resmi dan verifikasi yang transparan.
Source: www.sultramedia.id




