Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) berhasil menangkap Homi Heluka, Komandan Batalyon Yamue dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Jumat, 20 Februari 2026. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIT di dekat kantor DPRD Yahukimo, lokasi yang strategis di pusat kabupaten tersebut.
Homi Heluka memiliki rekam jejak pelanggaran serius yang sangat meresahkan masyarakat dan aparat keamanan. Ia terlibat dalam sembilan insiden kejahatan berat yang meliputi penyerangan terhadap personel Brimob, pembunuhan terhadap pendulang emas, dan penembakan aparat TNI.
Salah satu aksi kekerasan yang paling menonjol adalah serangan fatal terhadap Brimob pada tahun 2022 di Kilometer 8 Logpon. Dalam peristiwa itu, Bripda Gilang Aji Prasetya tewas, sedangkan Briptu Fazuarsah mengalami luka tembak. Kejadian ini menandai eskalasi serangan KKB terhadap aparat keamanan di daerah tersebut.
Homi Heluka juga terlibat dalam serangkaian aksi pembakaran dan pembunuhan pada warga sipil. Pada 28 Januari 2025, ia melakukan pembakaran mobil dinas Satuan Binmas di Jalan Paradiso. Kemudian, pada 7 April 2025, serangan di lokasi pendulangan emas mengakibatkan tewasnya 17 pendulang secara tragis.
Tidak hanya menyasar warga sipil, Homi juga menyerang personel militer. Penembakan yang berakibat fatal terhadap Serka Segar Mulyana, anggota Kodim 1715 Yahukimo, termasuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pimpinan Heluka. Kejadian ini menunjukkan bagaimana KKB secara sistematis melancarkan serangan bersenjata terhadap aparat keamanan.
Kasus kekerasan terus berlanjut sepanjang 2025 dengan penganiayaan terhadap tukang sensor kayu di Kampung Samboga pada 16 Juni, menewaskan satu orang dan melukai lainnya. Pada 17 Juni, terjadi penganiayaan berat terhadap Ujang Supriyatna di Seradala yang juga dikaitkan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Awal tahun 2026 juga diwarnai aksi kriminal KKB di bawah komando Heluka. Pada 31 Januari ia terlibat pencurian dan pembakaran mobil Panther di Perumahan Pemda Lama. Selanjutnya, pada 2 Februari, pembunuhan tukang bangunan Daniel Datti serta perusakan fasilitas pendidikan di SMA Yapesli menjadi catatan kelam terakhir sebelum penangkapan.
Serangan terakhir yang dilakukan Homi adalah penembakan terhadap seorang sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026. Rangkaian aksi kekerasan ini terus mengguncang stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo dan wilayah Papua Pegunungan.
Dalam operasi yang sama, Satgas ODC juga mengamankan Simak Kipka yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran mobil milik Kepala Desa Yalmabi, Distrik Bomela pada 18 Februari 2026. Namun, kepolisian masih mendalami keterkaitan Simak Kipka dengan KKB untuk memastikan statusnya.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Kepala Operasi Damai Cartenz, mengungkapkan bahwa penangkapan ini menjadi kunci meredam eskalasi konflik bersenjata yang terus menyulitkan warga sipil dan menghambat pembangunan di wilayah tersebut. Satgas ODC berkomitmen untuk terus memburu anggota KKB lain yang masuk daftar pencarian guna menjaga keamanan.
Penangkapan Homi Heluka diharapkan membawa perubahan signifikan pada situasi keamanan Yahukimo, mengurangi ancaman kekerasan dan memberi ruang bagi pemulihan normalitas kehidupan masyarakat di Papua Pegunungan. Upaya seperti ini sangat penting demi mewujudkan kondisi damai yang berkelanjutan di kawasan rawan konflik.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




