Antisipasi Arus Mudik, Semua Gerbang Tol Dibuka dan Pompa Air Siaga di Tanjung Emas

Author: Qoo Media

Pemudik menuju Jawa Tengah diperkirakan mulai memadati wilayah ini dalam dua hari ke depan. Berbagai persiapan intensif dilakukan untuk menjamin kelancaran arus mudik, baik melalui jalur darat maupun laut.

Di ruas Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta, Semarang, dan Solo, arus kendaraan masih stabil seperti hari biasa. Namun, peningkatan kendaraan diperkirakan mulai terjadi pada H-10 Lebaran. Sementara itu, lalu lintas di jalur nasional Pantura didominasi oleh kendaraan angkutan barang yang mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir.

Pembatasan Angkutan Barang Menjelang Mudik
Peningkatan armada angkutan barang terjadi karena pengusaha logistik memanfaatkan waktu sebelum larangan operasional mulai diberlakukan H-7 Lebaran. Pengemudi truk dan angkutan kelontong mengakui bahwa seluruh armada berusaha memenuhi stok gudang agar pasokan tetap lancar selama larangan berlangsung.

Kepala Bagian Binops Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, AKBP Aidil Fitri Syah, menegaskan bahwa sesuai Surat Keputusan Bersama dari Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian PU, mulai Jumat (23/2) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (29/3) pukul 24.00 WIB, angkutan barang dilarang melintas di ruas jalan nasional dan tol. Pengecualian hanya diberikan untuk angkutan sembako, BBM, serta barang vital lainnya.

Seluruh Gerbang Tol Kalikangkung Dibuka untuk Memperlancar Arus
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang bisa menyebabkan kemacetan, seluruh gerbang tol di Kalikangkung, Kota Semarang, akan dibuka secara penuh mulai Rabu (11/3). PT Jasa Marga Maintenance Road Toll menargetkan seluruh pekerjaan perawatan dan perbaikan di jalan tol harus selesai sebelum arus mudik resmi dimulai.

Komisaris perusahaan tersebut, Nasarudin, menyatakan pembukaan penuh gerbang tol ini merupakan langkah penting agar kendaraan dapat bergerak lancar tanpa hambatan menjelang dan saat musim mudik Lebaran.

Antisipasi Banjir di Pelabuhan Tanjung Emas
Arus mudik melalui jalur laut mulai terlihat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sejak Senin (9/3). Penumpang kapal dari Kalimantan perlahan makin banyak yang turun di pelabuhan, termasuk pemudik dini. Menyambut hal tersebut, manajemen Pelabuhan Tanjung Emas menyiapkan posko lebaran lengkap dengan fasilitas ruang tunggu dan kebersihan yang terjaga.

General Manajer Pelindo Multi Terminal Semarang, S. Joko, menjelaskan bahwa selain fasilitas penunjang, mereka juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi banjir yang selama ini sering terjadi. Banjir kerap dialami akibat fenomena air laut pasang (rob) dan curah hujan ekstrem di Jawa Tengah.

Untuk menjaga area pelabuhan agar bebas genangan, puluhan pompa air telah disiapkan. Sekitar 50 hingga 60 pompa akan beroperasi saat diperlukan. Selain itu, sekitar 20 petugas ditugaskan di ruang tunggu dan ruang penumpang internasional guna memberikan pelayanan dan pengawasan lebih optimal.

Joko menegaskan kesiapsiagaan dilakukan selama 24 jam, sehingga saat muncul genangan air, pompa dapat langsung diaktifkan. Upaya ini diharapkan dapat menjamin arus mudik dan balik melalui jalur laut tetap berjalan lancar tanpa gangguan.

Berbagai langkah ini menunjukkan komitmen pengelola jalan tol dan pelabuhan untuk mengakomodasi kebutuhan pemudik dengan baik. Warga yang akan melakukan perjalanan Lebaran diimbau tetap mengikuti ketentuan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan agar perjalanan aman dan nyaman.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Terbaru