Pria berinisial BAS (54) ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di sebuah rumah di Jalan Deplu I RT 001/RW 03, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Maret 2026. Warga sekitar mengetahui kejadian itu setelah anjing peliharaan di lokasi terus menggonggong sejak pagi hari dan seorang saksi melihat korban tergeletak dari arah kamar.
Setelah laporan diterima oleh kepolisian melalui layanan darurat 110, petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan TKP (Tempat Kejadian Perkara). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian serta mendalami apakah ada tindak pidana lain yang terkait.
Temuan Senjata Api dan Airsoft Gun di TKP
Dari lokasi, polisi menemukan satu senjata api kaliber 9 mm dan tiga airsoft gun yang diamankan untuk pemeriksaan lanjutan. Kapolsek Pesanggrahan, Komisaris Polisi Seala Syah Alam, menyampaikan bahwa senjata api yang disita belum memiliki izin resmi sehingga pihak kepolisian sedang melakukan koordinasi dengan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya Subdit Handak untuk mengembangkan penyelidikan.
Pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui asal-usul senjata api dan airsoft gun yang ditemukan di tempat kejadian. Hingga kini, polisi belum mengungkap motif di balik kematian BAS dan masih menyelidiki apakah korban memiliki keterkaitan dengan kasus lain.
Proses Investigasi dan Respons Kepolisian
Polisi menetapkan langkah awal dengan pemeriksaan forensik guna mengonfirmasi luka tembak dan menjelaskan kronologis kejadian yang menewaskan korban. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu dan cara terjadinya tembakan tersebut.
Sementara itu, warga sekitar yang melaporkan kejadian juga dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga terus mengumpulkan bukti tambahan dari lokasi dan memeriksa rekaman CCTV guna memperkuat data terkait.
Potensi Pengembangan Kasus
Kasus ini menarik perhatian karena ditemukannya senjata api ilegal dengan kaliber cukup besar dan keberadaan beberapa airsoft gun yang umumnya dipakai sebagai replika senjata. Kepemilikan senjata ini menjadi fokus utama penyidik untuk memahami apakah ada unsur kejahatan lain yang terlibat, seperti peredaran ilegal senjata atau benturan dengan oknum tertentu.
Dugaan sementara tidak mengesampingkan adanya kemungkinan permasalahan pribadi yang berujung pada penembakan, namun polisi terus membuka ruang bagi berbagai kemungkinan selama penyelidikan berlangsung.
Kasus meninggalnya BAS di Bintaro dengan luka tembak di kepala ini masih dalam penyelidikan intensif oleh aparat Polsek Pesanggrahan dan Polda Metro Jaya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang agar kebenaran dapat terungkap secara transparan dan adil.
