Bansos sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada April ditetapkan hanya untuk masyarakat dalam desil 1 hingga 4. Artinya, bantuan difokuskan pada keluarga miskin dan rentan yang masuk kelompok paling bawah dalam pemeringkatan kesejahteraan versi Kementerian Sosial.
Kebijakan ini membuat pengecekan desil menjadi penting bagi banyak keluarga. Jika posisi desil berada di atas 4, maka peluang menerima BPNT sembako tidak lagi terbuka karena kuota dialihkan sepenuhnya ke kelompok yang lebih membutuhkan.
Apa itu desil dan mengapa menentukan bansos
Desil adalah sistem pembagian kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok. Semakin kecil angkanya, semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga tersebut.
Dalam skema yang dipakai Kemensos, desil 1 hingga 4 dipakai sebagai dasar utama untuk menilai kelayakan penerima banyak program bantuan sosial. Sementara itu, desil 5 sering disebut sebagai kelompok pas-pasan, dan desil 6 hingga 10 berada pada lapisan menengah ke atas.
Perubahan kriteria ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin bantuan lebih tepat sasaran. Fokusnya kini mengarah pada keluarga yang paling rentan agar distribusi bantuan tidak melebar ke kelompok yang sudah relatif lebih mampu.
Siapa yang berhak menerima bansos sembako
Berdasarkan data referensi, BPNT atau bansos sembako pada periode ini hanya diberikan kepada desil 1 sampai 4. Ketentuan serupa juga berlaku untuk Program Keluarga Harapan atau PKH.
Namun, beberapa bantuan lain masih memiliki cakupan berbeda. Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JKN serta Asisten Rehabilitasi Sosial atau ATENSI masih dapat menjangkau desil 1 hingga 5, tergantung hasil asesmen.
Berikut gambaran sederhananya:
| Jenis bantuan | Kriteria desil |
|---|---|
| PKH | Desil 1-4 |
| Bansos sembako/BPNT | Desil 1-4 |
| PBI-JKN | Desil 1-5 atau asesmen khusus |
| ATENSI | Desil 1-5 atau asesmen khusus |
Perbedaan kriteria ini penting dipahami agar masyarakat tidak salah membaca status kelayakan. Setiap program memiliki dasar verifikasi yang berbeda sesuai tujuan bantuannya.
Cara cek desil bansos lewat situs Kemensos
Pengecekan desil bisa dilakukan secara mandiri melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos. Cara ini menjadi langkah paling praktis karena bisa diakses dari ponsel maupun komputer.
Langkahnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah domisili sesuai KTP, mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Ketik kode verifikasi atau captcha yang muncul.
- Tekan tombol “Cari Data” untuk melihat hasil.
Hasil pencarian akan menampilkan status penerimaan bantuan dan, pada sejumlah tampilan data, informasi terkait desil. Karena itu, data yang diinput harus sama persis dengan dokumen identitas agar hasil pencarian akurat.
Cara cek melalui aplikasi Cek Bansos
Selain situs web, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi Cek Bansos. Aplikasi ini memudahkan masyarakat memantau status bantuan kapan saja tanpa perlu membuka browser.
Berikut langkah umum yang bisa dilakukan:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
- Buat akun baru atau masuk jika sudah memiliki akun.
- Buka menu Cek Bansos atau menu informasi terkait desil.
- Masukkan NIK atau data diri yang diminta.
- Lihat hasil status bansos pada layar aplikasi.
Aplikasi ini berguna bagi warga yang ingin akses cepat dan mobile. Meski begitu, pengecekan lewat situs resmi tetap penting sebagai pembanding data.
Jika desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi
Bila hasil cek menunjukkan desil yang tidak sesuai dengan kondisi keluarga, masyarakat bisa mengajukan pembaruan data. Langkah awal biasanya dilakukan melalui Dinas Sosial setempat atau perangkat desa dan kelurahan.
Dokumen seperti KTP, KK, dan bukti pendukung lain perlu disiapkan untuk proses verifikasi. Pembaruan ini penting karena data kesejahteraan bersifat dinamis dan bisa berubah seiring kondisi ekonomi keluarga.
Kemensos juga rutin melakukan pemutakhiran data melalui sistem yang terhubung dengan basis data kesejahteraan sosial. Karena itu, masyarakat disarankan mengecek status secara berkala agar tidak tertinggal informasi terkait bansos sembako dan program bantuan lain yang memakai acuan desil.







