Pencairan bantuan sosial pada April menjadi perhatian banyak keluarga penerima manfaat, terutama untuk program PKH dan BPNT. Pemeriksaan status kini bisa dilakukan langsung lewat HP menggunakan NIK KTP melalui saluran resmi Kemensos.
Cara ini memudahkan masyarakat memantau apakah nama mereka masih terdaftar sebagai penerima, termasuk status penyaluran dan periode bantuan. Informasi yang tampil juga membantu warga memastikan data sudah sesuai sebelum dana atau bantuan pangan disalurkan.
Cara cek bansos lewat website resmi
Laman resmi Kemensos menjadi jalur paling umum untuk mengecek status bansos. Aksesnya bisa dilakukan lewat browser di ponsel tanpa perlu datang ke kantor layanan.
- Buka cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah domisili sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga desa atau kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai data di KTP.
- Ketik kode verifikasi atau captcha yang muncul.
- Tekan tombol “Cari Data” dan tunggu hasilnya.
Sistem akan menampilkan data penerima jika nama yang dicari masuk dalam daftar. Informasi yang muncul umumnya mencakup nama penerima, jenis bantuan, status pencairan, dan periode penyaluran.
Cek lewat aplikasi Cek Bansos
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi Cek Bansos yang bisa dipasang di ponsel. Jalur ini banyak dipilih karena lebih praktis untuk pengecekan berkala.
- Unduh aplikasi “Cek Bansos Kemensos” melalui Google Play Store atau App Store.
- Daftar akun baru jika belum memiliki akses.
- Login ke akun yang sudah aktif.
- Pilih menu “Cek Bansos” di halaman utama.
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP, lalu lakukan pencarian.
Aplikasi ini membantu pengguna memantau status bantuan tanpa harus membuka situs web setiap kali. Data yang tampil tetap mengacu pada basis data resmi Kemensos.
Syarat umum penerima PKH dan BPNT
Tidak semua warga otomatis masuk daftar penerima bantuan sosial. Pemerintah menetapkan sejumlah syarat agar penyaluran lebih tepat sasaran dan sesuai data kesejahteraan.
| Syarat | Keterangan |
|---|---|
| WNI | Memiliki NIK yang valid |
| Terdaftar | Masuk dalam DTKS Kemensos |
| Kondisi ekonomi | Termasuk keluarga miskin atau rentan miskin |
| Status pekerjaan | Bukan ASN, TNI, atau Polri |
Kemensos menekankan bahwa data penerima dapat berubah sesuai hasil pembaruan dan verifikasi lapangan. Karena itu, pengecekan berkala menjadi penting, terutama saat jadwal pencairan mendekat.
Jadwal penyaluran bansos di tahap kedua
Bansos PKH dan BPNT disalurkan dalam empat tahap sepanjang tahun. Pada tahap kedua, penyaluran berlaku untuk periode April sampai Juni, sehingga cek status lewat HP menjadi langkah awal yang relevan bagi banyak keluarga.
Tabel jadwal penyaluran yang dirujuk Kemensos menunjukkan pembagian sebagai berikut.
| Tahap | Periode pencairan |
|---|---|
| Tahap 1 | Januari sampai Maret |
| Tahap 2 | April sampai Juni |
| Tahap 3 | Juli sampai September |
| Tahap 4 | Oktober sampai Desember |
Masyarakat diimbau rutin memeriksa status masing-masing karena nama penerima bisa berubah sesuai hasil pemutakhiran data. Pemeriksaan berkala juga membantu mengurangi risiko tertinggal informasi pencairan.
Bantuan yang ikut disalurkan
Pada periode penyaluran tersebut, pemerintah tidak hanya menyalurkan PKH dan BPNT. Bantuan lain yang juga disebut ikut cair antara lain beras dan PBI-JKN, sehingga total manfaat yang diterima keluarga bisa berbeda-beda.
BPNT disebut bernilai Rp 200.000 per bulan atau Rp 600.000 per tahap. PKH diberikan sesuai kategori penerima, sementara bantuan beras disebut mencapai 20 kg per bulan dan iuran PBI-JKN senilai Rp 42.000 per orang per bulan ditanggung pemerintah.
Penyaluran bantuan umumnya dilakukan melalui bank Himbara atau kantor pos, tergantung mekanisme yang berlaku di daerah masing-masing. Bagi warga yang belum terdaftar, pendaftaran bisa dilakukan secara daring lewat aplikasi Cek Bansos atau luring di kantor desa dan kelurahan dengan membawa KTP, KK, serta foto rumah.
