Sirka Buka Klinik Metabolik Baru, Gabungkan Teknologi Dan Perawatan Obesitas Terukur

Sirka memperkuat layanan penanganan obesitas dengan membuka cabang baru di Jalan Boulevard Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Langkah ini menegaskan strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan medis terintegrasi yang menggabungkan klinik fisik dan teknologi digital untuk pasien dengan gangguan metabolik.

Di tengah meningkatnya prevalensi obesitas di wilayah perkotaan, Sirka menempatkan kondisi ini sebagai persoalan medis yang perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan. Model layanan yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga pada perbaikan parameter metabolik seperti kolesterol dan tekanan darah.

Obesitas Dipandang Sebagai Kondisi Medis

Menurut koordinator tim medis Sirka, dr. Febrina Fajria, obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau lemahnya disiplin. Ia menegaskan bahwa obesitas adalah kondisi medis kronis yang dapat memicu gangguan metabolik kompleks dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker.

“Yang sering kami temukan di lapangan, banyak pasien baru datang ketika komplikasi sudah mulai muncul,” ujar dr. Febrina. Ia menambahkan bahwa penanganan efektif harus dimulai lebih awal, menyeluruh, dan melibatkan tim medis yang memahami hubungan antara metabolisme, nutrisi, serta gaya hidup pasien.

Asesmen Menyeluruh Jadi Dasar Terapi

Co-Founder dan CEO Sirka, Rifanditto Adhikara, mengatakan seluruh keputusan terapi diambil berdasarkan protokol klinis yang ketat. Setiap pasien terlebih dahulu menjalani asesmen komprehensif, mulai dari komposisi tubuh hingga panel metabolik, sebelum dokter menentukan intervensi yang paling sesuai.

Berikut pendekatan utama yang diterapkan Sirka:

  1. Asesmen komposisi tubuh dan panel metabolik.
  2. Perubahan gaya hidup sebagai fondasi utama.
  3. Farmakoterapi berbasis bukti bila dibutuhkan.
  4. Pemantauan hasil secara berkala melalui tim medis.

Rifanditto menegaskan bahwa terapi obat tidak dijadikan langkah utama, melainkan akselerator ketika perubahan gaya hidup saja belum cukup memberikan hasil yang diharapkan.

Teknologi Digital Menghubungkan Pasien dan Tim Medis

Keunggulan layanan Sirka terletak pada integrasi teknologi melalui aplikasi yang mendukung pemantauan dan komunikasi berkelanjutan. Platform digital itu memungkinkan pasien melaporkan perkembangan harian, berkonsultasi dengan tim medis, dan mendapatkan penyesuaian terapi tanpa harus menunggu jadwal kunjungan berikutnya.

“Platform digital Sirka bukan sekadar aplikasi pencatat kalori atau buku harian kesehatan. Ini adalah sistem yang menghubungkan pasien dengan tim medis secara langsung dan berkelanjutan,” kata Rifanditto. Model ini menciptakan continuum of care, yakni perawatan yang tetap berjalan meski pasien tidak berada di klinik.

Tim Multidisiplin dan Rekam Medis Terpadu

Sirka menjalankan layanan dengan dukungan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, nutrisionis, dan sport coach. Perusahaan menyebut koordinasi layanan itu ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu rekam medis terpusat dan terpadu, protokol treatment yang terstruktur, serta review kasus reguler.

Skema tersebut dirancang agar setiap keputusan medis tetap konsisten, berbasis data, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien. Dalam praktiknya, pendekatan ini juga membantu dokter memantau perubahan kondisi pasien secara lebih cepat dan akurat.

Data Internal Tunjukkan Hasil Klinis

Sirka menyebut data internalnya menunjukkan hasil yang terukur dari model layanan integratif tersebut. Sebanyak 90 persen pasien mengalami penurunan berat badan signifikan, 37 persen mengalami penurunan kolesterol, dan 57 persen mengalami penurunan tekanan darah.

Data itu menunjukkan keberhasilan program tidak hanya diukur dari turun atau tidaknya angka timbangan. Perbaikan parameter metabolik juga menjadi indikator penting karena berkaitan langsung dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan komplikasi jangka panjang lainnya.

Ekspansi ke Kelapa Gading dan Dukungan Investor

Pembukaan klinik di Kelapa Gading menjadi bagian dari strategi Sirka untuk memperluas akses layanan, terutama di kawasan urban dengan kebutuhan tinggi terhadap layanan kesehatan metabolik. Lokasi tersebut juga memperkuat model hybrid perusahaan yang menggabungkan layanan online dan offline.

Investor Sirka Kelapa Gading, Mustika Ali, menilai keputusan berinvestasi didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat perkotaan. Ia menyebut Jakarta memiliki prevalensi obesitas tertinggi di Indonesia, sementara Kelapa Gading adalah kawasan padat penduduk yang belum terlayani optimal oleh klinik metabolik berkualitas.

Berikut poin yang mendorong ekspansi Sirka:

  1. Tingginya prevalensi obesitas di Jakarta.
  2. Kebutuhan layanan metabolik berkualitas di kawasan urban.
  3. Model layanan berbasis bukti yang sudah berjalan.
  4. Integrasi teknologi dan klinik yang memudahkan pemantauan pasien.

Mustika menilai investasi ini bukan hanya soal bisnis, melainkan juga tentang menghadirkan solusi kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Arah Pengembangan Layanan Kesehatan Metabolik

Ke depan, Sirka menargetkan perluasan layanan untuk membangun ekosistem kesehatan metabolik yang lebih luas di Indonesia. Perusahaan ingin memosisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai mitra kesehatan jangka panjang bagi pasien dengan obesitas dan gangguan metabolik.

Dengan kombinasi asesmen medis, terapi berbasis bukti, dukungan tim multidisiplin, dan pemantauan digital, Sirka menempatkan layanan obesitas pada pendekatan yang lebih modern dan terukur. Model ini juga menandai perubahan cara pandang terhadap obesitas, dari isu gaya hidup menjadi kondisi medis yang membutuhkan penanganan klinis berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button