
Presiden Prabowo Subianto mengganti pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah. Dadan Hindayana digantikan oleh Nanik S. Deyang, sementara dua wakil kepala BGN juga ikut berubah.
Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari. Pergantian ini disebut lahir dari penilaian atas kinerja BGN dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai bergulir sejak awal 2025.
Evaluasi atas kinerja BGN
Prasetyo menyebut BGN memegang peran strategis dalam agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, lembaga tersebut dinilai membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, dan kepemimpinan yang mampu memastikan program berjalan tepat sasaran serta akuntabel.
Menurut Prasetyo, Prabowo menerima berbagai masukan dari kementerian dan lembaga terkait, masyarakat, dan para penerima manfaat MBG. Masukan itu kemudian menjadi dasar evaluasi sebelum keputusan pergantian pimpinan diambil.
Susunan pimpinan baru
Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga diganti. Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN yang baru.
Untuk posisi wakil kepala, Prabowo menetapkan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Perubahan ini menunjukkan adanya penyegaran menyeluruh pada struktur kepemimpinan BGN.
Harapan pada arah kerja baru
Pemerintah berharap jajaran pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal agar kerja organisasi lebih solid. Di saat yang sama, koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah juga diharapkan semakin kuat.
Prasetyo menegaskan bahwa pergantian ini ditujukan agar pelaksanaan program prioritas bisa dipercepat dan manfaatnya lebih terasa di masyarakat. Fokus utamanya tetap pada peningkatan gizi, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program MBG tetap berjalan
Prasetyo juga memastikan perubahan pimpinan tidak akan mengganggu jalannya program BGN, terutama MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Dengan kepemimpinan baru, pemerintah ingin pelaksanaan program berlangsung lebih baik tanpa mengubah arah kebijakan yang sudah berjalan.
Source: www.medcom.id








