Farhan Benahi Bandung, Kolaborasi Dengan Pemprov Dipercepat Untuk Kejar Kebersihan Dan Jalan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pembenahan kota tetap menjadi fokus utama pemerintahannya, terutama di sektor kebersihan dan infrastruktur. Untuk mempercepat hasil di lapangan, Pemkot Bandung mendorong kolaborasi lebih erat dengan Pemprov Jawa Barat.

Farhan menyebut koordinasi dengan Pemprov Jabar membuka peluang dukungan tambahan, termasuk penambahan personel kebersihan. Ia menilai penguatan operasi lapangan dibutuhkan karena evaluasi yang berjalan masih menemukan sejumlah titik yang perlu ditangani lebih cepat.

Kolaborasi untuk kebersihan kota

Farhan mengatakan komunikasi awal dengan Gubernur Dedi Mulyadi memberi ruang bagi kerja sama yang lebih konkret. Salah satu pembahasan yang muncul adalah kebutuhan penambahan tenaga kebersihan agar penanganan di Kota Bandung berjalan lebih efektif.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan,” ujar Farhan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen menangani penyapuan di seluruh jalan provinsi di Kota Bandung. Dukungan ini diharapkan memperkuat operasi kebersihan yang selama ini terus dipetakan bersama jajaran kewilayahan.

Pemetaan titik masalah dilakukan rutin

Farhan menginstruksikan camat dan lurah turun langsung setiap Minggu pagi untuk memetakan titik yang membutuhkan penanganan. Langkah itu dilakukan sejak 19 April dengan jam kerja lapangan pada pukul 04.00–07.00.

Menurut Farhan, pemetaan awal dilakukan di 46 titik, tetapi hasilnya belum memuaskan. Pada akhir pekan berikutnya, target penanganan dinaikkan menjadi 181 titik agar masalah yang muncul di lapangan bisa tertangani lebih cepat.

Dukungan personel juga disiapkan untuk memperkuat langkah itu. Farhan menyebut sekitar 130 personel pasukan sapu dari Pemprov Jabar akan membantu meningkatkan efektivitas kebersihan di lapangan.

“Sore ini saya akan rapat koordinasi. Semua harus berjalan. Dengan tambahan 130 personel dari pemerintah provinsi, penanganan diharapkan lebih efektif,” katanya.

Perbaikan infrastruktur dilakukan bertahap

Selain kebersihan, Farhan menegaskan pembenahan infrastruktur juga berjalan bertahap. Prioritas awal diarahkan pada perbaikan jalan, lalu diteruskan ke trotoar dan penataan galian utilitas agar lebih aman.

Ia menilai perbaikan fisik kota tidak cukup hanya mengejar kelancaran kendaraan bermotor. Kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda juga harus menjadi ukuran dalam menilai keberhasilan penataan kota.

“Perbaikan dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,” ungkap Farhan.

Farhan menambahkan bahwa jika pejalan kaki dan pesepeda sudah merasa aman, hal itu menjadi capaian penting bagi Kota Bandung. Ia menegaskan koordinasi dengan Pemprov Jabar tetap berjalan baik meski gaya komunikasi antarpemimpin berbeda, selama kerja sama untuk mempercepat program tetap dijaga.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version