Sampah Indonesia Capai 50 Juta Ton Setahun, Kemendagri Serukan Aksi dari Rumah

Author: Qoo Media

Indonesia menghadapi timbulan sampah sekitar 50 juta ton setiap tahun, sebuah tantangan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Kementerian Dalam Negeri mendorong perubahan perilaku warga agar kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari rumah dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Pesan itu mengemuka dalam apel Gerakan Indonesia ASRI di Kampung Nelayan Merah Putih, Kabupaten Banyuwangi, Selasa, 21 Juli 2026. Gerakan ini mengajak berbagai unsur, dari pemerintah hingga warga, untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Bukan Sekadar Aksi Bersih-Bersih

Gerakan Indonesia ASRI merupakan pendekatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang menekankan partisipasi masyarakat. ASRI merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menjadi arah penataan lingkungan di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menilai kekayaan alam Indonesia perlu dijaga melalui gerakan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak boleh diperlakukan sebagai agenda seremonial yang berhenti setelah satu kegiatan selesai.

“Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun budaya. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah melalui aksi nyata yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Safrizal.

Fokus gerakan tidak terbatas pada pengangkutan atau pembersihan sampah yang sudah terkumpul. Pemerintah ingin masyarakat mengurangi sampah sejak dari sumbernya sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan secara mandiri.

Perubahan Perilaku Jadi Kunci

Besarnya timbulan sampah menunjukkan pentingnya perubahan kebiasaan di tingkat individu dan komunitas. Safrizal menekankan bahwa lingkungan bersih hanya bisa terwujud bila warga memandang kebersihan sebagai kebutuhan serta tanggung jawab bersama.

“Kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Indonesia ASRI mencakup pembersihan kawasan dan penataan fasilitas umum. Kegiatan ini juga meliputi pemeliharaan kebersihan toilet publik, rumah ibadah, serta penataan lingkungan agar tetap nyaman dan indah.

Langkah tersebut menempatkan ruang bersama sebagai bagian penting dari budaya peduli lingkungan. Kawasan pesisir, fasilitas publik, dan lingkungan permukiman membutuhkan keterlibatan warga agar kebersihan tidak hanya bertahan sesaat.

Gotong Royong di Banyuwangi

Usai apel, peserta mengikuti aksi bersih di kawasan pesisir Kampung Nelayan Merah Putih. Kegiatan itu melibatkan 1.500 orang dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Menurut www.medcom.id, Safrizal turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas pengelolaan sampah yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan semangat gerakan yang mengutamakan keterlibatan banyak pihak.

Ia mengajak para kepala daerah menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai kegiatan rutin yang ditopang gotong royong. Komitmen pemerintah daerah dinilai penting untuk menggerakkan unsur masyarakat secara konsisten di lingkungan masing-masing.

Safrizal juga mengingatkan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. “Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mulailah dari diri sendiri, dari rumah, dari lingkungan sekitar,” ucapnya.

Memungut sepotong sampah mungkin terlihat sebagai tindakan kecil, tetapi langkah itu disebut dapat membentuk karakter peduli lingkungan. Melalui kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, gerakan ini diharapkan mengubah kebersihan dari kegiatan insidental menjadi budaya bersama.

Source: www.medcom.id
Terbaru