Badung Ecology Art Space, Saat Seni Menjadi Suara Kuat Untuk Ekologi

Badung Ecology Art Space 2026 hadir sebagai ruang pertemuan seni dan kepedulian lingkungan di Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan ini digagas Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung dengan konsep yang menggabungkan kreativitas para seniman dan kampanye pelestarian ekologi.

Acara tersebut mendapat perhatian karena selaras dengan peringatan Hari Bumi Sedunia. Bupati Badung Wayan Adi Arnawa yang membuka kegiatan itu menilai seni bisa menjadi medium efektif untuk menyuarakan isu lingkungan yang kini menjadi perhatian global.

Seni dan pesan ekologis

Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas gagasan yang dianggap mampu menunjukkan kedekatan seni dengan alam. Ia menilai penampilan para seniman saat itu menyatu dengan lingkungan sekitar dan memberi pesan yang kuat tentang pentingnya menjaga bumi.

Menurut dia, kreativitas seni di Badung tidak perlu dibatasi oleh ruang tertutup atau studio. Seni, kata dia, bisa tumbuh di mana saja, termasuk melalui kolaborasi langsung dengan alam sebagai bagian dari ekspresi budaya yang lebih luas.

Dorong kolaborasi komunitas seni

Dalam kesempatan itu, Adi Arnawa juga berharap komunitas seni seperti Listibya, Ekraf, dan Katalis dapat terus bersinergi dalam satu wadah yang besar. Harapan itu diarahkan agar perlindungan dan pengayoman terhadap seniman di Kabupaten Badung bisa berjalan lebih kuat.

Acara ini juga melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Komposisinya mencakup seniman muda hingga senior, dengan partisipasi dari tingkat regional, nasional, sampai internasional.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati Badung menyerahkan bantuan dana apresiasi sebesar Rp30 juta untuk menunjang kelancaran kegiatan. Dukungan ini menjadi salah satu penanda bahwa pemerintah daerah melihat acara tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga ruang edukasi publik.

Rayakan dua momentum sekaligus

Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, I Gusti Darma Putra, menjelaskan bahwa lembaganya menjadi wadah bagi seniman muda Badung untuk memajukan kebudayaan. Fokusnya ada pada pengembangan seni kontemporer yang inovatif tanpa meninggalkan nilai budaya.

Ia menyebut kegiatan ini sekaligus merayakan dua momentum penting, yakni Hari Bumi Sedunia dan Hari Tari Sedunia. Melalui pendekatan itu, pesan yang dibawa tidak hanya soal penampilan artistik, tetapi juga ajakan menjaga ekologi agar hubungan antara alam dan kesenian tetap berkelanjutan di Badung.

Kehadiran Badung Ecology Art Space 2026 memperlihatkan bahwa kampanye lingkungan dapat dikemas melalui bahasa seni yang mudah diterima publik. Di Badung, gagasan itu bertemu dengan dukungan pemerintah daerah, partisipasi seniman lintas generasi, dan semangat kolaborasi yang menempatkan alam sebagai bagian dari panggung kebudayaan.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button