Tiga Pendaki Hilang Di Dukono, BNPB Kejar Evakuasi Di Bibir Kawah

BNPB memastikan pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang usai erupsi Gunung Dukono masih terus berjalan. Fokus operasi kini diarahkan ke area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban, terutama di sekitar zona kawah utama yang dinilai paling berisiko.

Gunung Dukono berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dan dua dari tiga pendaki yang hilang diketahui merupakan warga negara asing. Satu pendaki lainnya merupakan warga negara Indonesia, sementara tim SAR gabungan terus memperluas pelacakan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi jalur lintasan korban.

Pencarian dipusatkan di sekitar kawah utama

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan tim SAR gabungan telah mendeteksi posisi dua pendaki asing di sekitar kawasan kawah utama. Ia menyebut kedua korban sempat terpantau berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama.

Meski titik keberadaan keduanya sudah teridentifikasi, proses evakuasi belum bisa dilakukan. Medan yang sulit dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat tim harus bergerak sangat hati-hati agar tidak menambah risiko bagi petugas.

Satu pendaki WNI masih dicari

Di sisi lain, satu pendaki warga negara Indonesia belum ditemukan hingga operasi hari kedua pencarian. Tim terus menyisir area yang diduga menjadi lintasan korban dengan memperluas jangkauan pencarian dari titik-titik awal yang sudah dipetakan.

BNPB menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung. Langkah itu diambil karena kondisi Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api Dukono dari Badan Geologi.

Aktivitas vulkanik masih tinggi

Pemantauan terbaru menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar. Sejak Sabtu dini hari hingga pukul 11.00 WIT, gunung api tersebut juga tercatat mengalami beberapa kali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak.

Kondisi ini membuat tim pencarian harus menahan langkah di area yang paling dekat dengan sumber bahaya. Situasi di lapangan menuntut koordinasi ekstra antara unsur SAR gabungan dan petugas pemantau gunung api agar evakuasi tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan keselamatan.

Larangan pendakian masih berlaku

BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian sejak 17 April 2026, dan larangan itu masih harus dipatuhi oleh pendaki, operator wisata, maupun warga sekitar.

Selain penutupan jalur, masyarakat dan wisatawan juga diminta menjauhi zona rawan bencana dalam radius empat kilometer dari kawah utama. BNPB menyebut kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan menjadi kunci untuk mencegah korban baru saat aktivitas vulkanik belum stabil.

Abdul Muhari juga meminta operator jasa pendakian dan masyarakat aktif menyosialisasikan penutupan jalur tersebut. Ia menegaskan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan dapat dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku, terutama karena risiko di kawasan gunung api aktif masih sangat tinggi.

Source: mediaindonesia.com
Terkait