Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Masjid Taqwa Lampoih di Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, mulai memfasilitasi penyaluran hewan kurban dari warga sekitar dan para perantau. Hingga saat ini, panitia telah menerima 7 sapi dan 3 kambing untuk disembelih pada momentum Lebaran Haji.
Masjid yang juga dikenal sebagai masjid ramah musafir itu berada di jalur nasional Banda Aceh-Medan dan kerap menjadi tempat singgah bagi wisatawan maupun pelintas yang ingin salat dan beristirahat. Posisi strategis tersebut membuat masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai titik layanan sosial bagi masyarakat dan musafir yang melintas.
Dorongan dari perantau dan warga sekitar
Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, mengatakan jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah. Ia menyebut tradisi mudik para perantau ikut mendorong meningkatnya partisipasi donasi kurban di masjid tersebut.
“Insya Allah jumlahnya akan bertambah lagi seiring semakin dekatnya hari penyembelihan,” kata Bukhari Thahir.
Panitia membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kurban dalam bentuk hewan langsung, uang tunai, atau melalui orang kepercayaan donatur. Skema ini disiapkan agar warga yang tidak sempat datang ke lokasi tetap bisa berpartisipasi dalam penyaluran kurban.
Penyembelihan dan pembagian daging
Penyembelihan hewan kurban direncanakan berlangsung pada hari pertama Lebaran Haji setelah Salat Idul Adha. Daging kurban nantinya dibagikan kepada jemaah, masyarakat sekitar, serta disiapkan untuk warga yang membutuhkan perhatian khusus.
BKM Masjid Taqwa Lampoih Saka menilai penyaluran kurban melalui masjid dapat memperluas manfaat ibadah bagi lebih banyak penerima. Sekretaris BKM, M. Nasir Sarong, menegaskan bahwa semakin besar jumlah hewan kurban, semakin luas pula jangkauan pembagiannya kepada warga.
“Semakin banyak hewan kurban, semakin meluas penyaluran dan bertambah banyak yang merasakan manfaatnya,” ujar M. Nasir.
Masjid Taqwa Lampoih Saka pun terus mengajak dermawan yang ingin berkurban agar menghubungi panitia, termasuk bagi mereka yang menitipkan bantuan dari jauh. Peran masjid ramah musafir ini kembali terlihat bukan hanya sebagai tempat singgah di perjalanan, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan ibadah dan penyaluran manfaat kurban di Pidie.
Source: mediaindonesia.com