
Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia untuk Iduladha 2026. Bantuan ini dibagikan kepada pemerintah daerah, lembaga sosial, organisasi keagamaan, hingga pondok pesantren.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan seluruh provinsi, kabupaten, dan kota madya menjadi sasaran distribusi hewan kurban Presiden. Ia menyebut penyaluran ini menjangkau seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari perayaan hari besar umat Islam.
Distribusi ke pemerintah daerah dan lembaga sosial
Dari total 1.098 ekor sapi, sebanyak 598 ekor diserahkan kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Sementara 500 ekor lainnya dialokasikan untuk lembaga sosial, organisasi keagamaan, dan pondok pesantren.
Pemerintah menyusun distribusi agar bantuan kurban itu bisa diterima secara merata. Dalam penyalurannya, tiap daerah pada dasarnya memperoleh satu ekor sapi kurban.
Namun, ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot sesuai standar Presiden. Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, sejumlah wilayah mendapat dua ekor sapi agar distribusi tetap berjalan.
Sapi premium dengan bobot besar
Sapi yang disalurkan termasuk kategori premium dengan ukuran besar dan kualitas unggul. Jenisnya beragam, mulai dari Simental, Limousin, peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Charolais.
Bobot sapi yang dipilih berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Pemilihan hewan dengan ukuran besar ini menunjukkan standar yang digunakan dalam program kurban Presiden tahun ini.
Juri menyampaikan bahwa harga sapi disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Secara keseluruhan, anggaran program ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Seluruh sapi berasal dari peternak lokal
Program kurban Presiden tidak hanya ditujukan untuk kepentingan sosial saat Iduladha, tetapi juga diarahkan untuk mendukung peternak lokal. Seluruh sapi yang dibagikan berasal dari peternakan dalam negeri.
Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas ternak lokal. Di saat yang sama, penyaluran hewan kurban ini diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan industri peternakan nasional yang lebih mandiri.
Juri juga menegaskan bahwa program ini dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, khususnya daging sapi. Dengan skema distribusi yang tersebar luas dan sumber ternak yang sepenuhnya berasal dari peternak lokal, kurban Presiden menjadi bagian dari upaya sosial sekaligus penguatan sektor peternakan Indonesia.
Source: www.medcom.id








