Jukir Lansia Brebes Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar, Kini Diantar Umrah oleh Korban

Aksi spontan Kusmiah, juru parkir lansia di Brebes, menarik perhatian publik setelah ia menggagalkan percobaan pencurian uang nasabah senilai Rp 3,6 miliar dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa itu terjadi di pusat Kota Brebes, Jawa Tengah, dan berujung pada apresiasi langsung dari kepolisian serta janji umrah dari korban.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah datang ke rumah Kusmiah di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, bersama jajarannya. Dalam kunjungan itu, polisi menyerahkan paket sembako dan tali asih sebagai bentuk penghargaan atas keberanian Kusmiah yang dinilai ikut membantu menjaga keamanan lingkungan.

Apresiasi dari kepolisian

Lilik menyebut tindakan Kusmiah sebagai contoh kepedulian warga yang sangat penting bagi ketertiban masyarakat. Ia juga memastikan Polres Brebes akan memberi penghargaan resmi kepada Kusmiah pada upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar pada 1 Juli 2026.

Menurut Lilik, keberanian warga seperti Kusmiah punya nilai besar karena sering kali informasi cepat dari masyarakat membantu mencegah kejahatan. Dalam kasus ini, aksi spontan seorang lansia ikut menggagalkan upaya pelaku yang diduga hendak membawa kabur uang dalam jumlah besar.

Kronologi singkat kejadian

Korban percobaan pencurian, Kliwon Alwawan, warga Desa Kluwut, juga datang bersama istrinya ke rumah Kusmiah pada Kamis sore. Ia mengaku masih mengingat jelas momen menegangkan saat uang tunai Rp 3,6 miliar yang baru diambil dari bank di depan Alun-alun Brebes nyaris dibawa kabur komplotan pelaku saat mobil berhenti di halaman parkir perkantoran bank di Jalan Ahmad Yani, Kota Brebes.

Kliwon menjelaskan, kedatangannya ke rumah Kusmiah bukan sekadar untuk berterima kasih. Ia mengaku sudah menyiapkan niat memberi penghormatan dengan mengajak Kusmiah umrah ke Tanah Suci Mekkah.

Soal Rp 100 ribu yang sempat ramai dibahas

Nama Kusmiah sempat menjadi sorotan luas di media sosial setelah beredar kabar soal uang Rp 100 ribu yang diberikan usai kejadian. Kliwon kemudian meluruskan anggapan itu dan menegaskan bahwa uang tersebut bukan bentuk terima kasih satu-satunya, melainkan kondisi saat itu membuat dirinya panik dan tidak mampu bertindak normal.

“Saat itu saya panik dan gemetar,” kata Kliwon, seraya menjelaskan bahwa dirinya benar-benar syok setelah mengalami peristiwa itu. Ia menegaskan ada niat lain yang lebih besar, yakni mengajak Kusmiah menjalankan ibadah umrah.

Mimpi besar bagi seorang jukir lansia

Bagi Kusmiah, kabar umrah gratis terasa seperti mimpi. Perempuan yang telah lama bekerja sebagai juru parkir itu mengaku tidak menyangka akan mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci, apalagi setelah sebelumnya hanya menjalani hidup sederhana dari pekerjaan harian.

Kusmiah menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Brebes, jajaran kepolisian, dan Kliwon Alwawan. Ia mengatakan dirinya berasal dari keluarga yang tidak mampu dan merasa sangat bersyukur atas perhatian yang datang setelah aksi spontan yang dilakukannya.

Tetap bekerja demi keluarga

Kusmiah mengaku sudah puluhan tahun bekerja sebagai juru parkir di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Brebes, bersama suaminya. Setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu, ia menjalani aktivitas itu seorang diri sambil tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Jarak rumahnya ke tempat kerja sekitar 12 kilometer, dan perjalanan itu kerap ia tempuh dengan cara yang tidak mudah. Ia juga menyebut pernah menumpang mobil ambulans dan duduk bersama jenazah yang diangkut kendaraan tersebut saat hendak menuju tempat kerja.

Meski usianya sudah lanjut, Kusmiah tetap bekerja sebagai jukir dan berjualan minuman di area parkir untuk menambah penghasilan. Ia berharap selalu diberi kesehatan agar tetap bisa mencari nafkah dan menafkahi anaknya.

Source: www.viva.co.id

Terkait