Tim hukum Hotman 911 resmi turun tangan memberikan bantuan hukum tanpa biaya kepada YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan oleh kekasihnya. Pendampingan ini dilakukan setelah kasus tersebut menyita perhatian publik karena korban disebut hilang dalam waktu lama dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Perwakilan Hotman 911, Pangeran Reza Pramadia, mendatangi rumah keluarga korban untuk memastikan proses pendampingan berjalan. Ia menyebut langkah itu dilakukan atas arahan langsung Hotman Paris Hutapea, yang meminta timnya ikut mengawal perkara tersebut secara serius.
Pendampingan hukum diberikan secara gratis
Reza menegaskan bahwa tim Hotman 911 memberi pendampingan hukum tanpa biaya kepada keluarga korban. Ia menyampaikan langsung bahwa tugas tersebut datang dari Hotman Paris untuk membantu mengawal proses hukum yang sedang berjalan.
“Bapak Hotman Paris memberikan tugas untuk ikut mengawal kasus ini dan memberikan pendampingan hukum secara gratis untuk pihak keluarga korban,” ujar Reza. Sikap itu menunjukkan perhatian khusus dari tim hukum terhadap kasus yang diduga melibatkan kekerasan berkepanjangan.
Dugaan penyekapan berlangsung bertahun-tahun
Berdasarkan keterangan keluarga, YTR diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30) sejak 2023 hingga 2026. Selama periode itu, korban disebut berpindah-pindah lokasi di wilayah Bandung dan sekitarnya sehingga keluarga kesulitan melacak keberadaannya.
Reza menyebut kasus ini mendapat perhatian khusus karena dugaan kekerasan berlangsung dalam waktu panjang. Kondisi tersebut dinilai serius karena bukan hanya menyangkut tindak kekerasan, tetapi juga upaya menghilangkan kontak korban dari keluarga.
Kasus terungkap setelah pesan dari nomor tak dikenal
Perkara ini mulai terbuka pada Rabu 10 Juni 2026 malam, setelah keluarga korban menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal. Isi pesan itu menyebut YTR sedang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Saat keluarga tiba di rumah sakit, mereka mendapati kondisi korban sangat memprihatinkan. Tubuh YTR disebut mengalami sejumlah luka, sehingga keluarga langsung menghubungkan temuan itu dengan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang selama ini dicurigai.
Ada informasi awal soal kemungkinan korban lain
Selain mendampingi keluarga YTR, tim Hotman 911 juga menerima informasi awal mengenai kemungkinan adanya korban lain dengan pola perlakuan serupa. Namun informasi itu masih perlu pendalaman dan belum bisa dipastikan karena belum ada laporan resmi dari kepolisian.
“Yang saya tahu sih ada dari Garut ya, tapi yang lain masih belum pasti karena belum ada laporan resmi dari kepolisian juga,” kata Reza. Karena itu, tim hukum meminta agar informasi tersebut tidak dibesar-besarkan sebelum ada verifikasi aparat.
Dorongan agar pelaku segera ditangkap
Tim Hotman 911 meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh dan segera menangkap terduga pelaku. Mereka juga mendorong korban lain yang mungkin mengalami kejadian serupa untuk berani melapor agar penanganan kasus bisa lebih lengkap.
Reza menegaskan harapan agar terduga pelaku segera ditangkap. Ia juga menekankan pentingnya keberanian korban lain untuk menyampaikan laporan kepada pihak berwenang.
Hotman Paris ikut berkomunikasi dengan keluarga
Dalam pertemuan dengan keluarga korban, Hotman Paris juga sempat berbicara melalui sambungan telepon. Keluarga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan, sementara Hotman meminta timnya terus berkoordinasi dan mengumpulkan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk langkah hukum selanjutnya.
Pendampingan dari tim Hotman 911 kini menjadi bagian penting dalam upaya keluarga mencari keadilan bagi YTR. Di saat yang sama, perhatian publik terhadap kasus ini ikut menyorot pentingnya respons cepat aparat dan keberanian korban lain untuk muncul jika mengalami perlakuan serupa.
