Jembatan Panton Labu Rusak, Pemerintah Bergerak Cepat Jaga Arus Logistik Aceh Utara

Pemerintah bergerak cepat menangani kerusakan pada Jembatan Panton Labu di KM 328, Aceh Utara, setelah menerima laporan adanya gangguan lokal di bagian lantai jembatan. Penanganan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR melalui tim teknis yang sudah turun ke lapangan.

Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa laporan kondisi terkini jembatan itu diterima langsung dari Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar. Safrizal menegaskan respons cepat dibutuhkan karena Jembatan Panton Labu menjadi salah satu jalur transportasi utama di Aceh Utara.

Kerusakan terjadi di bagian lantai jembatan

Menurut laporan yang diterima Safrizal, kerusakan muncul pada lantai segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Luas bagian yang terdampak sekitar 0,7 meter x 2,7 meter.

Jembatan tipe RBA itu dibangun pada tahun 1992 dan memiliki panjang bentang 93 meter dengan lebar 9,1 meter. Meski ada kerusakan di permukaan lantai, pemeriksaan awal menunjukkan struktur utama jembatan masih aman.

Penanganan darurat sudah dimulai

Tim teknis Bina Marga sudah melakukan asesmen lapangan dan langsung menyiapkan perbaikan darurat. Metode beton fast track digunakan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan gangguan lalu lintas bisa ditekan.

Langkah ini menjadi penting karena jembatan tersebut memegang peran besar dalam konektivitas wilayah pantai utara Aceh. Jalur ini menunjang mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Fokus pada keselamatan dan kelancaran arus barang

Safrizal menyampaikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan Bina Marga dalam merespons kerusakan itu. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Pemerintah juga terus memantau proses perbaikan sampai pekerjaan selesai dan jembatan kembali beroperasi secara optimal. Selama penanganan berlangsung, masyarakat diminta mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di sekitar lokasi.

Source: www.medcom.id

Terkait