Masyarakat yang ingin memastikan bantuan iuran BPJS Kesehatan masih aktif kini bisa mengecek status PBI JK secara online tanpa perlu datang ke kantor layanan. Pemerintah tetap menjalankan program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan pada 2026 untuk membantu warga miskin dan rentan miskin tetap mendapat akses layanan kesehatan.
Pengecekan penting dilakukan karena status kepesertaan ditentukan dari data kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Artinya, perubahan data dapat memengaruhi apakah seseorang masih masuk daftar penerima bantuan.
Cara cek status PBI JK online
Salah satu cara paling praktis adalah melalui aplikasi Mobile JKN. Pengguna cukup mengunduh aplikasi itu, masuk dengan Nomor Induk Kependudukan atau NIK, lalu membuka menu profil peserta untuk melihat status kepesertaan BPJS Kesehatan yang tercantum.
Pengecekan juga bisa dilakukan lewat layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8750-400. Setelah mengirim pesan “Halo”, pengguna dapat memilih menu pengecekan status peserta dan memasukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
Pilihan lain tersedia melalui aplikasi Cek Bansos resmi dari Kemensos. Setelah aplikasi dibuka, pengguna tinggal memilih menu Cek Bansos, mengetik NIK KTP, lalu menekan Cari Data hingga sistem menampilkan informasi status bantuan yang diterima.
Selain aplikasi, masyarakat juga dapat memeriksa status lewat situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id. Langkahnya sederhana, yaitu memasukkan NIK KTP, mengetik kode huruf yang tampil, lalu menekan tombol Cek untuk melihat hasilnya.
Siapa yang berpeluang menerima bantuan
PBI JK tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan ini langsung dipakai untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi peserta yang memenuhi syarat.
Melalui program ini, peserta dapat berobat di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanannya mencakup puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, dengan hak rawat inap kelas 3 sesuai ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional.
Penentuan penerima bantuan juga mengikuti pembagian desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Kelompok desil 1 sampai 4 menjadi prioritas utama karena masuk kategori sangat miskin hingga rentan miskin.
Desil 5 masih memiliki peluang untuk menerima bantuan, sedangkan desil 6 sampai 10 tidak menjadi prioritas. Kelompok yang masuk desil lebih tinggi juga berpotensi mengalami penonaktifan bantuan jika tidak lagi memenuhi kriteria.
Mengapa pengecekan perlu dilakukan berkala
Pemeriksaan status secara rutin membantu masyarakat mengetahui apakah kepesertaan masih aktif atau sudah berubah. Langkah ini juga memudahkan peserta memahami apakah data kesejahteraannya masih sesuai dengan ketentuan penerima PBI JK.
Dengan beberapa kanal pengecekan yang tersedia, masyarakat bisa memilih cara yang paling mudah diakses. Informasi status bantuan akan muncul langsung setelah data NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan dimasukkan sesuai prosedur masing-masing layanan.
Source: bansos.medanaktual.com






