Warga di sekitar kompleks Candi Prambanan sempat dibuat resah oleh dentuman kembang api yang muncul dari sebuah acara pre-wedding di Desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Suara ledakan itu ramai dikeluhkan di media sosial dan diduga berkaitan dengan acara pre-wedding Rizky Irmansyah, Sekretaris Pribadi Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Desa Tlogo, Raksono, membenarkan bahwa informasi yang diterimanya mengarah pada acara pre-wedding Rizky Irmansyah. Ia menyebut kegiatan tersebut memang sudah memiliki izin, tetapi tidak menyangka pesta kembang api yang ditampilkan berlangsung cukup besar dan menarik perhatian warga.
Keluhan Warga Muncul di Media Sosial
Keluhan soal dentuman kembang api itu muncul pada Rabu malam, 24 Juni 2026, dan kemudian menyebar di media sosial. Sejumlah warga menilai suara ledakan yang terdengar cukup keras membuat suasana di sekitar kawasan Prambanan menjadi gaduh.
Raksono mengatakan pihak desa mengetahui acara itu berlangsung di wilayahnya dan sudah mendapat izin dari pihak terkait. Namun, ia mengaku tidak mendapat gambaran bahwa rangkaian acara akan disertai kembang api dengan durasi sekitar dua menit.
Lokasi Disebut di Luar Area Operasional Candi
Raksono menjelaskan, pesta kembang api itu digelar di luar kompleks Candi Prambanan. Lokasinya berada di sebidang tanah kosong di sebelah selatan Mandala Wisata atau di timur Jalan Candi Sewu.
Penjelasan tersebut juga diperkuat oleh General Manager Prambanan & Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho. Ia menegaskan penyalaan kembang api tidak terjadi di area operasional Candi Prambanan atau Zona 2.
Pengelola Sebut Tidak Ada Pelanggaran di Area Candi
Leonardus menyampaikan bahwa kembang api dinyalakan di area RT 25 Desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Berdasarkan informasi yang diterima pengelola, kegiatan itu sudah dikoordinasikan dengan warga setempat dan mengantongi perizinan dari pihak berwenang.
“Lokasi kembang api bukan wilayah pengelolaan TWC. Jadi kami memastikan bahwa di area kami tidak ada yang dilanggar,” kata Leonardus.
Ia menambahkan, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, kenyamanan pengunjung, masyarakat sekitar, serta kelestarian kawasan cagar budaya. Penegasan itu disampaikan agar aktivitas di sekitar kawasan wisata dan warisan budaya tetap berlangsung tertib tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
Source: www.suara.com






