Keluarga mendiang dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha resmi melaporkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara ke Polda Nusa Tenggara Timur. Laporan itu disampaikan pada Jumat pagi, dengan keluarga datang langsung ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sambil membawa foto almarhumah.
Keluarga menilai laporan ini berkaitan dengan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha saat menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Dugaan tekanan itulah yang kemudian disebut meninggalkan trauma berat hingga dokter Icha meninggal dunia di Kupang pada Jumat pekan lalu.
Keluarga Datang ke Polda NTT
Kedatangan keluarga terlihat sekitar pukul 11.30 Wita. Mereka dipimpin oleh ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, dan ibu Nur Azizah.
Dua adik dokter Icha juga ikut hadir, yakni Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eveline Pakaenoni. Tiara disebut baru saja menyandang gelar sarjana kedokteran, sementara keluarga lain turut mendampingi proses pelaporan.
Tiga Anggota DPRD yang Dilaporkan
Tiga anggota DPRD TTU yang dilaporkan adalah Veronika Lake dari Fraksi PDI Perjuangan, Norbertus Tubani dari PKB, dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar. Laporan itu diajukan terkait dugaan intimidasi terhadap dokter Icha ketika menjalankan tugas medis di ruang IGD.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan tekanan itu disebut berdampak langsung pada kondisi psikologis dokter Icha. Keluarga menilai peristiwa tersebut meninggalkan ketakutan mendalam sebelum almarhumah mengakhiri hidupnya.
Dampak Dugaan Intimidasi Menjadi Sorotan
Keluarga datang tidak hanya sebagai pelapor, tetapi juga membawa simbol duka dengan foto dokter Icha. Langkah itu memperlihatkan bahwa laporan ke kepolisian tidak berdiri sendiri, melainkan juga menjadi bagian dari upaya mencari kejelasan atas peristiwa yang dialami almarhumah.
Didampingi paman dokter Icha, Viktor Manbait, keluarga berharap proses hukum dapat menelusuri duduk perkara dugaan intimidasi tersebut. Hingga laporan disampaikan, keluarga tetap menempatkan kasus ini sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan psikologis tenaga kesehatan saat bertugas.
Peristiwa ini menambah perhatian publik terhadap hubungan antara pasien, keluarga pasien, dan tenaga medis di ruang pelayanan darurat. Laporan keluarga dokter Icha ke Polda NTT kini menjadi langkah hukum awal untuk menguji dugaan intimidasi yang disebut berujung pada tragedi tersebut.
