Memasuki libur sekolah, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat atau UP2B Jabar meningkatkan kesiapsiagaan operasional untuk menjaga pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah Jawa Barat. Langkah ini dilakukan karena pola konsumsi listrik berubah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hotel, fasilitas publik, hingga permukiman.
PLN menempatkan pengoperasian sistem kelistrikan selama 24 jam setiap hari sebagai kunci agar pengaturan beban tetap aman, efisien, dan stabil. Dengan cara itu, masyarakat dapat menikmati masa liburan tanpa terganggu persoalan kelistrikan, sementara aktivitas ekonomi dan layanan publik tetap berjalan.
Pengawasan sistem berjalan nonstop
PLN UP2B Jabar memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Unit ini juga mengendalikan aliran daya pada jaringan transmisi agar sistem tetap beroperasi dalam kondisi optimal.
Di ruang kendali operasi, para dispatcher bekerja selama 24 jam untuk memantau kondisi sistem dan mengambil keputusan cepat saat terjadi perubahan atau potensi gangguan. Mereka menjadi garda terdepan yang memastikan setiap dinamika beban tetap terkendali.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali atau UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan lahir dari kolaborasi seluruh insan PLN. Ia menyebut keputusan dispatcher tidak cukup hanya berdasarkan tampilan layar, melainkan harus melalui analisis teknis yang akurat dan koordinasi antarpersonel.
“Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada analisis teknis yang akurat, koordinasi yang intensif, serta kolaborasi antarunit,” ujar Munawwar.
Teknologi dan pengalaman berjalan bersama
Pada periode libur sekolah, dispatcher menghadapi tantangan tambahan karena perubahan pola konsumsi listrik di banyak wilayah. Kondisi ini membuat pemantauan real time menjadi semakin penting agar beban sistem tetap seimbang dan kualitas tegangan tetap stabil.
Manager PLN UP2B Jabar, Santo Kardono, mengatakan periode libur sekolah termasuk momentum yang menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi. Ia menekankan bahwa personel operasi harus terus memantau kondisi sistem agar pasokan listrik tetap terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan lancar.
Santo juga menyoroti bahwa teknologi memang membantu pemantauan sistem secara menyeluruh, tetapi keputusan strategis tetap bergantung pada kompetensi dan pengalaman insan PLN. Perpaduan antara teknologi, sistem operasi yang terintegrasi, dan profesionalisme dispatcher menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
Langkah utama PLN menjaga keandalan saat libur sekolah
- Menjalankan pengoperasian sistem kelistrikan selama 24 jam.
- Memantau kondisi beban dan jaringan secara real time.
- Mengatur operasi agar distribusi daya tetap lancar.
- Menjaga kualitas tegangan dan kontinuitas pasokan.
- Mengandalkan koordinasi solid antarunit dan keputusan teknis yang cepat.
Melalui kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi digital, dan koordinasi yang solid, PLN UP2B Jabar berupaya menjaga pasokan listrik tetap andal selama libur sekolah. Strategi ini sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat Jawa Barat serta memastikan layanan publik dan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa hambatan.
Source: www.beritasatu.com






