Merencanakan perjalanan dengan kereta api kini jauh lebih mudah karena pemesanan tiket bisa dilakukan secara online. Layanan ini membantu calon penumpang memilih jadwal, rute, dan kursi tanpa harus datang langsung ke stasiun.
Bagi yang baru pertama kali mencoba, prosesnya mungkin terlihat rumit. Namun, sistem pemesanan yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sejumlah online travel agent sudah dibuat agar mudah digunakan, bahkan untuk pemula.
Pemesanan lewat Access by KAI
Aplikasi Access by KAI menjadi salah satu kanal utama untuk membeli tiket kereta api jarak jauh. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play Store atau App Store, lalu pengguna perlu membuat akun memakai email atau nomor ponsel.
Setelah akun aktif, pengguna dapat memilih menu “Antar Kota” untuk mencari perjalanan antarkota. Dari sana, stasiun asal, stasiun tujuan, tanggal berangkat, dan jumlah penumpang diisi sebelum menekan tombol pencarian tiket.
Daftar kereta akan muncul bersama jam keberangkatan dan harga. Pengguna bisa memilih jadwal yang sesuai, lalu menentukan nomor kursi yang masih tersedia di gerbong pilihan.
Langkah berikutnya adalah mengisi data penumpang. Nama dan nomor identitas atau NIK harus sesuai dengan KTP, termasuk jika tiket dibeli untuk orang lain.
Setelah data benar, pembayaran bisa dilakukan melalui e-wallet, virtual account bank, atau kartu kredit. Pembayaran perlu diselesaikan sebelum batas waktu berakhir agar tiket tidak batal.
Begitu transaksi berhasil, e-tiket akan tampil di menu “Tiket Saya”. Tiket fisik tidak perlu dicetak karena e-tiket cukup ditunjukkan bersama kartu identitas saat boarding di stasiun.
Beli tiket lewat OTA
Selain aplikasi resmi KAI, tiket kereta api juga tersedia melalui online travel agent atau OTA. Opsi ini sering dipilih oleh pengguna yang ingin membandingkan harga atau mencari promo dan diskon.
Prosesnya dimulai dengan membuka aplikasi OTA dan memilih menu “Kereta Api”. Setelah itu, isi stasiun asal, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang.
Berikutnya, sistem akan menampilkan daftar kereta yang tersedia. Pengguna dapat menyaring pilihan berdasarkan jam berangkat atau harga termurah agar pencarian lebih cepat.
Data penumpang juga harus diisi sesuai KTP, terutama nama dan NIK. Ketelitian pada tahap ini penting karena data tersebut akan tercantum di tiket dan diverifikasi saat boarding.
Beberapa OTA menyediakan fitur pemilihan kursi langsung sebelum pembayaran. Jika fitur itu tersedia, pengguna bisa menyesuaikan posisi duduk sesuai kebutuhan sebelum melanjutkan ke tahap pembayaran.
Metode pembayaran di OTA umumnya beragam, mulai dari transfer bank, virtual account, e-wallet, hingga cicilan. Setelah pembayaran dikonfirmasi, e-tiket biasanya dikirim lewat email dan juga muncul di menu “Pesanan” pada aplikasi.
Hal yang perlu diperhatikan saat memesan
Ketepatan data menjadi faktor penting dalam pembelian tiket kereta api online. Nama, NIK, serta jumlah penumpang harus diperiksa kembali sebelum pembayaran agar tidak menimbulkan masalah saat proses keberangkatan.
Pemilihan jadwal dan kursi juga sebaiknya dilakukan lebih awal, terutama saat permintaan tinggi. Dengan sistem online, calon penumpang bisa melihat pilihan perjalanan yang tersedia secara langsung dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perjalanan.
Kemudahan ini membuat pembelian tiket kereta api tidak lagi bergantung pada antrean di loket. Selama data diisi dengan benar dan pembayaran dilakukan tepat waktu, tiket bisa didapatkan hanya lewat ponsel dan siap digunakan saat naik kereta.
