Pertemuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Ustaz Abdul Somad di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, menyisakan pesan yang lebih besar dari sekadar silaturahmi. Dalam dialog yang berlangsung hingga larut malam, UAS menyampaikan tiga poin yang ia sebut sebagai kegelisahan masyarakat kepada institusi Polri dan pemerintah.
Kunjungan itu berlangsung pada Rabu (8/7) malam di kediaman UAS setelah pesawat Kapolri mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 21.00 WIB. Meski sebelumnya sempat dikabarkan batal hadir karena ada panggilan Presiden, Listyo Sigit tetap datang dan langsung menuju kediaman sang ulama.
3 Pesan Utama yang Disorot UAS
Melalui akun Instagram-nya, UAS merangkum isi obrolan mereka dalam tiga kesimpulan utama. Tiga poin itu menyinggung kebutuhan dasar masyarakat, penertiban media sosial, dan pentingnya menjaga ucapan pejabat publik.
| Poin | Inti Masukan | Alasan Disorot |
|---|---|---|
| Pemenuhan hajat hidup dasar | Harga makanan pokok murah, biaya pendidikan terjangkau, lapangan kerja tersedia, serta layanan kesehatan dan kenyamanan beribadah. | Kondisi ekonomi sulit bisa memicu emosi masyarakat. |
| Penertiban media sosial | Usulan kebijakan one man one account untuk menekan akun palsu. | Akun palsu dinilai merusak psikologis sosial dan jadi saluran kemarahan yang tidak sehat. |
| Menghindari pernyataan blunder | Pejabat publik diminta menjaga pernyataan agar tidak memicu ledakan sosial. | Jika konflik terjadi, polisi di lapangan yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat. |
UAS menilai kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian utama karena tekanan ekonomi dapat cepat berubah menjadi ketegangan sosial. Ia juga menyoroti ruang digital yang kian rawan dipenuhi akun palsu dan perilaku komunikasi yang tidak sehat.
Apresiasi untuk Green Policing di Riau
Selain membahas kondisi sosial, UAS turut menyinggung persoalan ekologi di Riau yang sudah lama terdampak pembalakan liar dan bencana asap. Ia mengapresiasi inisiatif Green Policing yang disebut telah merambah sekolah hingga perkantoran.
Dalam pandangannya, program lingkungan dan pendidikan ekologi seperti itu perlu dijaga kesinambungannya oleh kepemimpinan di tingkat daerah. UAS juga memuji sikap ramah aparat kepolisian di Riau, mulai dari Polda hingga Polsek, yang membangun hubungan personal dan kekeluargaan dengan tokoh agama serta masyarakat.
Pertemuan tersebut berakhir sekitar pukul 23.30 saat Kapolri meninggalkan Ma’had Az-Zahra untuk beristirahat sebelum melanjutkan agenda penuh di Provinsi Riau keesokan harinya. Momen silaturahmi yang berlangsung hangat itu memperlihatkan ruang dialog antara aparat dan tokoh agama masih terbuka, terutama saat persoalan ekonomi, media sosial, dan lingkungan saling bertemu di tengah kehidupan masyarakat.
Source: mediaindonesia.com






