Hotel Sultan Akan Dioptimalkan, Pemerintah Bidik Pemasukan Negara dari Kawasan GBK

Author: Qoo Media

Pemerintah menyiapkan langkah baru untuk Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Arah kebijakannya bukan lagi sekadar pengelolaan biasa, melainkan optimalisasi kawasan agar bisa memberi pemasukan tambahan bagi negara.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal itu saat rapat bersama Komisi XIII DPR RI. Ia mengatakan pemerintah sudah berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan area hotel dan sekitarnya.

Pengelolaan Hotel Sultan Akan Ditata Ulang

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah ingin memaksimalkan peruntukan area Hotel Sultan agar manfaat ekonominya lebih besar. Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah itu diharapkan dapat menambah pemasukan negara melalui penataan ulang kawasan.

“Kita telah dan sedang berkoordinasi dengan danantara untuk merancang ulang pengelolaan area hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya, sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara,” kata Prasetyo Hadi dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI, Rabu, 15 Juli 2026.

Status Aset Masih Mengacu Putusan Pengadilan

Prasetyo juga mengingatkan bahwa persoalan Hotel Sultan sudah berlangsung sejak 2018. Menurut dia, proses hukum yang berjalan telah menetapkan hotel itu sebagai aset milik negara dan pengelolaan kepada pihak ketiga sudah berakhir.

Ia menekankan bahwa pemerintah hanya menjalankan hasil ketetapan pengadilan. “Karena memang dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai. Sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan,” ujarnya.

Rencana Baru untuk Kawasan GBK

Sebelumnya, Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menyebut gedung eks Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno bakal dirobohkan. Setelah itu, kawasan tersebut akan dibangun ulang menjadi ikon baru Indonesia.

Rosan mengatakan rencana itu akan dibuat secara komprehensif agar memberi dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat. Ia menyebut desain ulang tidak hanya menyasar area eks Hotel Sultan, tetapi juga kawasan GBK secara keseluruhan.

Fokus Rencana Keterangan Pihak Terkait
Hotel Sultan dan sekitarnya Dirancang ulang agar optimal dan menambah pemasukan negara Mensesneg, Danantara
Eks Hotel Sultan Rencana dirobohkan dan diganti kawasan baru Danantara
Kawasan GBK Didesain ulang secara keseluruhan, termasuk lapangan golf Danantara

“Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (akan dirobohkan),” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menambahkan, area yang masuk dalam desain ulang mencakup sekitar 200 hektare. Rosan juga memastikan akan tetap ada fasilitas penginapan komersial di kawasan baru tersebut, hanya saja jumlahnya tidak satu.

“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu. Jadi tentu saja ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia,” ucap Rosan.

Operasional Nantinya Libatkan BUMN Pariwisata dan Aviasi

Rosan menyebut pemerintah akan melibatkan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata untuk pengelolaan setelah proyek selesai. Ia mengatakan Injourney dan Meru akan masuk dalam skema operasional kawasan baru itu.

“Ya nantinya pengelolaannya kita akan pakai Injourney, Meru, dan yang lain. Kan Meru juga sudah sangat-sangat baik ya,” tutur Rosan.

Dengan arah penataan ulang ini, pemerintah menempatkan kawasan Hotel Sultan dan GBK sebagai area yang bukan hanya strategis secara lokasi, tetapi juga potensial untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Keputusan akhir soal bentuk kawasan baru itu kini tinggal menunggu realisasi dari rencana yang sudah disiapkan Danantara bersama pemerintah.

Source: www.viva.co.id
Terbaru