RTS Link Bisa Sedot Rp14,7 Triliun Belanja ke Johor Bahru, Ritel Singapura Tertekan

Jalur kereta cepat Johor Bahru-Singapore Rapid Transit System atau RTS Link berpotensi mengalihkan belanja warga Singapura dalam skala besar ke Malaysia. Setelah layanan ini beroperasi pada Januari 2027, tambahan pengeluaran lintas negara diperkirakan mencapai US$810 juta atau sekitar Rp14,7 triliun setiap tahun.

Arus belanja tersebut diproyeksikan lebih besar daripada tambahan pengeluaran warga Johor Bahru saat berkunjung ke Singapura. Kondisi ini menjadi perhatian bagi peritel, restoran, dan pelaku usaha jasa di Singapura yang sudah menghadapi tekanan biaya.

Studi yang dirilis pada Kamis (16/7/2026) memperkirakan mobilitas warga Singapura ke Johor Bahru akan meningkat 51%. Kenaikan itu setara dengan tambahan sekitar 11,2 juta perjalanan pulang-pergi dalam setahun.

Studi itu disusun oleh Singapore Business Federation bersama Singapore Retailers Association dan Restaurant Association of Singapore. Kajian tersebut mengukur dampak pembukaan RTS Link terhadap konsumsi masyarakat, pariwisata, serta kegiatan usaha di kedua sisi perbatasan.

Defisit Belanja Lintas Batas Berpotensi Melebar

Tambahan belanja warga Johor Bahru di Singapura diperkirakan mencapai S$756 juta atau sekitar Rp10,5 triliun per tahun. Namun, nilai tersebut dinilai belum cukup untuk mengimbangi pengeluaran warga Singapura di Malaysia.

Singapura diproyeksikan mencatat defisit belanja lintas batas sebesar S$290 juta atau sekitar Rp4 triliun per tahun. Nilainya setara sekitar 0,4% dari total penjualan sektor ritel serta makanan dan minuman Singapura pada 2025.

IndikatorProyeksi Dampak TahunanKeterangan
Tambahan belanja warga Singapura di Johor BahruUS$810 jutaSekitar Rp14,7 triliun
Tambahan belanja warga Johor Bahru di SingapuraS$756 jutaSekitar Rp10,5 triliun
Defisit belanja lintas batas SingapuraS$290 jutaSekitar Rp4 triliun
Tambahan perjalanan pulang-pergi11,2 jutaKenaikan mobilitas 51%

Menurut laporan yang dikutip www.cnbcindonesia.com, perbedaan harga menjadi salah satu pendorong utama perubahan pola belanja ini. Akses perjalanan yang lebih cepat diperkirakan membuat warga Singapura lebih mudah membeli kebutuhan rutin di Johor Bahru.

Kebutuhan Harian hingga Restoran Jadi Sasaran Belanja

Kebutuhan sehari-hari diperkirakan menjadi kontributor terbesar dalam pengeluaran warga Singapura di Johor Bahru. Kategori dengan potensi belanja tinggi mencakup produk kebutuhan pokok, toko obat, restoran, dan layanan kecantikan.

Perubahan ini berpotensi paling terasa bagi bisnis di kawasan permukiman Singapura. Pelanggan yang sebelumnya berbelanja atau makan di lingkungan sekitar dapat memilih menyeberang ke Malaysia untuk memperoleh harga yang lebih rendah.

Chief Executive Officer Singapore Business Federation Kok Ping Soon menilai RTS Link dapat menambah tekanan persaingan yang sudah dihadapi pelaku usaha. Ia menyoroti masalah kekurangan tenaga kerja, biaya sewa, dan biaya operasional yang telah membebani banyak bisnis.

“Harga kebutuhan pokok, toko obat, restoran, dan layanan kecantikan diperkirakan akan menjadi sektor yang paling banyak menarik belanja warga Singapura di Johor Bahru,” ujar Kok Ping Soon. Ia menambahkan bahwa kehadiran RTS Link akan memperkuat tekanan persaingan yang bersifat struktural.

Wilayah Pinggiran Diperkirakan Paling Terdampak

Arus keluar belanja bersih diperkirakan tidak tersebar merata di Singapura. Kawasan pinggiran diproyeksikan menghadapi dampak lebih besar dibandingkan pusat kota yang masih ditopang belanja wisatawan.

Kawasan SingapuraProyeksi Arus Belanja BersihArah Dampak
BaratS$104 jutaArus keluar
Timur lautS$103 jutaArus keluar
UtaraS$82 jutaArus keluar
TimurS$25 jutaArus keluar
Pusat kotaS$25 jutaTambahan belanja

Kawasan pusat kota justru diperkirakan memperoleh tambahan pengeluaran sekitar S$25 juta. Minat wisatawan terhadap pusat belanja premium, hotel, restoran, dan hiburan menjadi penopang utama kawasan ini.

Pelaku usaha dalam survei menilai persaingan akan semakin ketat pada produk dan layanan yang sensitif terhadap harga. Karena itu, peningkatan layanan, pengalaman pelanggan, serta diferensiasi produk dipandang penting agar bisnis Singapura tetap mampu bersaing setelah RTS Link beroperasi.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait