Komisi Grab Tinggal 8 Persen, Mitra Sebut Potongan Tambahan Kini Tak Ada Lagi

Skema komisi aplikasi Grab sebesar 8 persen yang mulai berlaku pada awal Juli 2026 disambut positif oleh sejumlah mitra pengemudi. Perubahan paling terasa bagi mereka adalah hilangnya potongan tambahan di luar komisi aplikasi.

Sejumlah pengemudi menilai struktur penghasilan kini lebih sederhana untuk dipahami. Namun, dampak terhadap pendapatan dan jumlah order tetap berbeda-beda, bergantung pada kondisi operasional masing-masing mitra.

Dalam skema yang diceritakan para pengemudi, potongan tidak lagi mencakup layanan langganan hemat dan Gaspol. Dengan begitu, komisi aplikasi 8 persen menjadi potongan yang mereka soroti dalam aktivitas sehari-hari.

Herny Winata, mitra Grab asal Jakarta, menyebut perubahan tersebut membuat perhitungan potongan terasa lebih jelas. Ia mengatakan layanan yang sebelumnya menjadi tambahan potongan sudah tidak lagi diterapkan.

“Kalau sekarang layanan langganan hemat dan Gaspol sudah tidak diadakan, jadi hanya dengan potongan 8 persen,” ujar Herny. Pernyataan itu menggambarkan alasan sebagian mitra melihat skema baru ini lebih mudah dipahami.

Pengalaman Mitra Tidak Selalu Sama

Meski struktur potongan dinilai lebih sederhana, hasil yang dirasakan pengemudi tidak seragam. Ada mitra yang menyebut pendapatan stabil, sementara lainnya mengaku memperoleh peningkatan meski order belum tentu berubah signifikan.

MitraWilayah OperasionalPengalaman pada Skema 8 Persen
Herny WinataJakartaMenilai potongan lebih sederhana karena tidak ada layanan langganan hemat dan Gaspol.
SerakiTangerangMerasakan pendapatan meningkat saat kondisi order dinilai biasa saja.
Siti ChodidjahJakartaMenyebut order tetap stabil dan bahkan bertambah banyak.

Seraki, mitra yang beroperasi di Tangerang, menilai perubahan komisi tidak menjadi kendala dalam pekerjaannya. Menurutnya, pendapatan justru meningkat walaupun jumlah order yang diterima berada dalam kondisi normal.

“Menurut saya orderan biasa saja, malah pendapatan lebih meningkat. Intinya modal, usaha, dan doa,” kata Seraki. Pengalamannya menunjukkan bahwa jumlah order dan hasil pendapatan tidak selalu bergerak dengan pola yang sama pada setiap pengemudi.

Siti Chodidjah, mitra Grab di Jakarta, juga mengaku masih menjalankan aktivitas seperti biasa setelah skema baru diterapkan. Ia menyebut order yang diterima tetap stabil dan bahkan bertambah banyak.

“Buat saya orderan masih tetap stabil, malah sekarang bertambah banyak. Intinya konsisten saja dalam kerja,” ujar Siti. Baginya, konsistensi bekerja menjadi salah satu hal penting untuk menjaga pendapatan di tengah permintaan yang dapat berubah.

Lokasi dan Pola Kerja Tetap Menentukan

Laporan www.suara.com menunjukkan respons positif terhadap komisi 8 persen tidak berarti semua pengemudi memperoleh hasil yang persis sama. Pola kerja, lokasi operasional, serta kondisi permintaan di tiap wilayah tetap berpengaruh terhadap pengalaman mitra.

Pengemudi yang bekerja di wilayah berbeda dapat menghadapi karakter order yang tidak sama. Karena itu, pendapatan yang meningkat pada satu mitra tidak otomatis menjadi gambaran hasil yang akan diterima mitra lain.

Kondisi permintaan di lapangan juga menjadi faktor yang tetap diperhatikan para pengemudi. Skema potongan yang lebih sederhana dapat membantu perhitungan, tetapi jumlah order masih berkaitan dengan aktivitas pelanggan di wilayah operasional.

Mitra pengemudi disarankan terus mengevaluasi jam operasional dan titik permintaan yang berpotensi menghasilkan order. Langkah tersebut dinilai relevan untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi permintaan yang berubah.

Pengemudi juga perlu mengacu pada informasi resmi terkait kebijakan aplikasi dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Dengan memahami ketentuan yang berlaku, mitra dapat memantau perubahan potongan sekaligus menyesuaikan strategi operasionalnya.

Source: www.suara.com
Terkait