Empat orang diduga masih terjebak setelah ledakan menghantam sebuah rumah mewah di Komplek Grand Polonia Medan, Sumatera Utara. Petugas mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup material bangunan dan mempercepat proses evakuasi.
Crane serta ekskavator terlihat bekerja di lokasi rumah bernomor 3B yang terdampak ledakan. Puing-puing bangunan yang berserakan hingga ke jalan dibersihkan agar petugas dapat menjangkau bagian dalam rumah berlantai tiga tersebut.
Enam Orang Diduga Berada di Dalam Rumah
Kepolisian menerima data bahwa enam orang diduga tinggal di rumah yang menjadi lokasi ledakan itu. Dari jumlah tersebut, dua orang telah dievakuasi, sementara empat lainnya diduga masih berada di area bangunan yang terdampak.
| Keterangan | Jumlah | Informasi |
|---|---|---|
| Orang yang diduga tinggal di rumah | 6 orang | Data awal yang diterima kepolisian |
| Korban yang telah dievakuasi | 2 orang | Seorang bapak dan seorang anak balita |
| Orang yang diduga terjebak | 4 orang | Masih dalam proses pencarian dan evakuasi |
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan seorang bapak berhasil dievakuasi dari lokasi. Seorang anak balita juga telah dievakuasi dan masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.
“Saat ini, data yang kami dapatkan ada 6 orang yang tinggal di dalam. Dari 6 orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi, seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit,” kata Jean Calvijn Simanjuntak.
Basarnas dan Polisi Tetap Bersiap
Sejumlah personel Basarnas sudah bersiaga di sekitar rumah yang rusak akibat ledakan. Personel kepolisian juga masih berada di lokasi untuk mendukung pengamanan serta kelancaran proses evakuasi.
Menurut laporan news.detik.com, pembersihan material difokuskan pada puing yang menghalangi akses ke dalam bangunan. Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam hari dengan alat berat tetap dioperasikan di lokasi.
Petugas terus menangani material bangunan yang menutup jalur masuk ke rumah tersebut. Kondisi itu membuat pembukaan akses menjadi bagian penting sebelum pencarian terhadap korban yang diduga terjebak dapat dilakukan lebih lanjut.
Source: news.detik.com






