Bontang Bekali Pelajar Sebelum Menikah, Pendidikan dan Kesiapan Jadi Prioritas

Author: Qoo Media

Pemerintah Kota Bontang mendorong pelajar untuk menuntaskan pendidikan dan memperkuat kesiapan diri sebelum memikirkan pernikahan. Pesan itu menjadi fokus Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah se-Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung MUI Bontang Selatan.

Kegiatan pada Selasa (21/7) tersebut menempatkan pendidikan, karakter, dan kesiapan mental sebagai fondasi penting bagi masa depan keluarga. Pembekalan diberikan kepada remaja yang kelak akan mengambil peran sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, maupun pemimpin di masyarakat.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, membuka kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Bontang. Ia menilai pembinaan remaja sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Remaja yang hari ini duduk di ruangan ini adalah calon kepala keluarga, calon ibu rumah tangga, calon pemimpin, yang kelak akan menentukan wajah Bontang di masa depan,” ujar Anwar Sadat. Menurutnya, menyiapkan generasi muda sejak dini berarti memperkuat pondasi kota untuk masa mendatang.

Peserta juga diingatkan bahwa materi bimbingan tidak hanya berguna ketika memasuki jenjang pernikahan. Nilai menjaga diri, menghormati sesama, dan memilih pergaulan yang baik disebut dapat diterapkan di sekolah, rumah, serta lingkungan sehari-hari.

Pesan Menuntaskan Pendidikan

Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang, Muhammad Amir, mengatakan program ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Sasaran utamanya adalah siswa dan siswi SMA maupun SMK, terutama mereka yang duduk di kelas XII.

Program tersebut mengusung tema “Berilmu Dulu, Menikah Kemudian”. Tema ini menekankan bahwa remaja perlu menyelesaikan pendidikan dan membekali diri dengan pengetahuan sebelum mempertimbangkan kehidupan berumah tangga.

“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana, tuntaskan dulu pendidikan dan bekali diri dengan ilmu, baru kemudian memikirkan pernikahan,” kata Muhammad Amir. Ia mengingatkan agar pelajar tidak lebih dahulu sibuk memikirkan pernikahan sebelum pendidikan selesai.

Rangkaian Kegiatan Sasaran Jumlah Peserta Keterangan
Bimbingan pra nikah remaja Siswa SMA/SMK Sekitar 100 orang Dari 10 SMA dan SMK negeri, serta sekolah swasta yang diundang
Kehadiran saat kegiatan dimulai Peserta bimbingan remaja Sekitar 80 persen Perwakilan sekolah mengirim siswa dan siswi
Bimbingan calon pengantin Pasangan yang mendaftar di KUA 50 pasangan atau 100 orang Dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya

Pada pelaksanaan tahun ini, masing-masing dari 10 SMA dan SMK negeri di Bontang direncanakan mengirim 10 siswa dan siswi. Peserta berasal antara lain dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, serta SMK Negeri 4 di Bontang Lestari.

Selain peserta dari sekolah negeri, sejumlah sekolah swasta turut mendapat undangan untuk mengikuti pembinaan. Hingga kegiatan dimulai, sekitar 80 persen peserta telah hadir.

Sinergi Pembinaan Generasi Muda

Anwar Sadat meminta kegiatan pembinaan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ia mendorong sinergi antara Gerakan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama, DP3AKB, Baznas Kota Bontang, sekolah, dan orang tua dalam membentuk karakter remaja.

“Pembentukan akhlak generasi bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting agar lebih banyak remaja memperoleh pembinaan yang memadai.

Pelaksanaan kegiatan didukung Baznas Kota Bontang melalui penyediaan konsumsi bagi peserta. Materi disampaikan oleh lima narasumber dari DP3AKB Kota Bontang, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama, dan Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang.

Rangkaian pembinaan akan berlanjut dengan bimbingan bagi calon pengantin yang telah mendaftarkan pernikahan di KUA. Program itu diharapkan membantu peserta memahami pentingnya kesiapan agama, hukum, pendidikan, karakter, dan mental dalam membangun keluarga yang harmonis.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru