Lima Dusun di Temanggung Ajukan Air Bersih, BPBD Masih Menunggu Hasil Asesmen

Author: Qoo Media

Lima dusun di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, mengajukan permintaan bantuan air bersih saat kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air warga. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung belum langsung menjadwalkan distribusi air.

Hingga Selasa (21/7), kondisi kekeringan di Kabupaten Temanggung masih dinilai relatif aman. BPBD menunggu hasil asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kebutuhan air bersih di lima dusun tersebut.

Permohonan bantuan itu telah diterima dari warga Desa Gentan. Tahap asesmen menjadi penentu apakah wilayah tersebut perlu masuk dalam jadwal rutin droping air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menyatakan pemeriksaan lapangan diperlukan sebelum langkah lanjutan diambil. “Asesmen tersebut sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya,” kata Totok kepada wartawan, Selasa.

Lima Dusun yang Mengajukan Bantuan

Seluruh dusun yang mengajukan bantuan berada di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Kranggan. Permintaan mereka menjadi fokus asesmen BPBD untuk memeriksa kemampuan sumber air dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dusun Desa Kecamatan
Gentan Desa Gentan Kranggan
Suruh Desa Gentan Kranggan
Setro Desa Gentan Kranggan
Wonogiri Desa Gentan Kranggan
Sejarak Desa Gentan Kranggan

Asesmen tidak hanya menindaklanjuti surat permohonan warga, tetapi juga memverifikasi kondisi sumber air secara langsung. BPBD akan membedakan apakah warga benar-benar mengalami kekeringan atau hanya menghadapi penurunan debit air.

Perbedaan kondisi itu penting karena penurunan debit belum tentu berarti sumber air tidak dapat memenuhi kebutuhan warga. Sebaliknya, sumber air yang tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat akibat kekeringan dapat menjadi dasar distribusi air bersih.

Distribusi Air Menyesuaikan Waktu Warga

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kekeringan telah mengganggu pasokan air, BPBD akan memasukkan wilayah terdampak ke jadwal rutin distribusi. Pelaksanaan droping air akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan warga.

Waktu pengiriman air bersih nantinya tidak ditetapkan secara seragam. BPBD dapat menyesuaikannya pada pagi, siang, sore, atau malam hari sesuai waktu warga berkumpul.

Pola tersebut dimaksudkan agar distribusi berlangsung efektif dan tepat sasaran. Penyesuaian waktu juga menjadi bagian dari koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat penerima bantuan.

Menurut keterangan yang dimuat mediaindonesia.com, penilaian lapangan menjadi tahapan utama sebelum bantuan air dijalankan. Dengan demikian, keputusan droping air akan didasarkan pada kondisi aktual sumber air di lima dusun pemohon.

Untuk saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung masih menunggu hasil asesmen sebelum menetapkan tindak lanjut. Nasib permintaan air bersih dari Dusun Gentan, Suruh, Setro, Wonogiri, dan Sejarak bergantung pada hasil pemeriksaan tersebut.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru