Wali Kota Semarang, Agustina, melakukan tinjauan langsung terhadap lima RT yang terdampak rob di RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, pada Sabtu (12/7). Kunjungan ini bertujuan untuk merespon laporan warga tentang rembesan air laut yang semakin meluas akibat kerusakan pada struktur sheet pile di kawasan tersebut. Lima RT yang dimaksud adalah RT 01 hingga RT 05.
Selama tinjauan, Agustina menyusuri gang-gang kecil yang terendam air rob dan berdialog dengan warga. Dia mendengarkan keluhan mereka terkait masalah rembesan yang semakin mengkhawatirkan. "Kami datang untuk memastikan kami memahami situasi di lapangan dan mendengar langsung dari masyarakat," ujar Agustina.
Wali Kota juga menyebutkan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mengalami kendala dalam mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang siap untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Agustina memastikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) akan menyediakan jalur-jalur sodetan sebagai solusi untuk mengalirkan air rembesan agar tidak menggenangi jalan warga. "Jika kita harus meninggikan jalan warga, waktunya tidak cukup dan masalah ini akan terus berulang. Kami perlu menangkap air rembes dan mengalirkannya ke arah sumber," tambahnya.
Dampak dan Penyebab Masalah Rob
Sheet pile atau dinding penahan rob yang dibangun di sepanjang pesisir Tambakrejo bertujuan untuk menahan masuknya air laut saat pasang. Namun, tekanan air yang tinggi dan usia bangunan menyebabkan sejumlah titik mengalami keretakan, sehingga air laut masuk ke pemukiman. Situasi ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama saat musim hujan.
Menghadapi masalah ini, masyarakat setempat menunjukkan antusiasme terhadap tinjauan yang dilakukan Wali Kota. Ketua RW 16, Slamet Riyadi, mengungkapkan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah kota. "Harapan kami, permasalahan ini bisa segera tertangani. Terima kasih Bu Wali sudah melakukan tinjauan," ungkapnya.
Rencana Tindak Lanjut Pemerintah
Dalam upaya merespons masalah ini, Pemkot Semarang akan segera merumuskan langkah-langkah konkret. Agustina menegaskan pentingnya pengawasan dan perawatan terhadap infrastruktur yang ada. Dia juga menyatakan perlunya peningkatan komunikasi dan koordinasi antara warga dengan pemerintah.
Selain itu, Pemerintah Kota berkomitmen untuk mengevaluasi struktur yang telah ada dan mencari solusi yang lebih permanen untuk mencegah terjadinya hal serupa di masa depan. "Kami akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan solusi terbaik bagi masyarakat," jelasnya.
Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan
Pentingnya partisipasi masyarakat juga disampaikan oleh Agustina. Dia mengajak warga untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah, melaporkan bila terjadi masalah serupa, serta mendukung setiap upaya perbaikan yang dilakukan. "Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan infrastruktur sangat diperlukan agar masalah ini bisa teratasi dengan baik," tambahnya.
Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan kawasan Tambakrejo bisa memiliki solusi yang lebih efektif dalam menangani rob dan rembesan air laut tersebut. Wali Kota bersama tim akan terus berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menyelesaikan permasalahan yang mengganggu kenyamanan warga.
Tindak lanjut dari peninjauan ini pun menjadi perhatian untuk seluruh warga maupun pemerintah setempat. Setiap langkah yang diambil diharapkan bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat di kawasan tersebut serta menjamin keamanan dari dampak perubahan iklim, terutama terkait dengan peningkatan permukaan air laut yang menjadi ancaman di kawasan pesisir.
