Pulau Gangga, Minahasa Utara, menjadi pusat perhatian setelah insiden tragis yang melibatkan KM Barcelona V.A, sebuah kapal penumpang yang terbakar di perairan dekat Pulau Talise pada Minggu, 20 Juli. Kapal yang sedang dalam perjalanan dari Kepulauan Talaud menuju Manado ini dilaporkan mengalami kebakaran yang memicu kepanikan di kalangan penumpangnya.
Sejumlah saksi mata menyaksikan asap tebal mengepung dek atas kapal. Dalam momen berbahaya ini, penumpang dari berbagai usia—mulai dari anak-anak hingga orang tua—terpaku untuk segera menyelamatkan diri. “Mohon bantuan, saat ini KM Barcelona V.A kebakaran di depan Pulau Talise,” demikian ungkapan salah satu penumpang melalui siaran langsung di media sosial, meminta pertolongan sekitar pukul 14.00 Wita.
Warga setempat di Pulau Gangga dan Talise beraksi cepat. Mereka menggunakan perahu-perahu tradisional untuk menjemput penumpang yang terjebak atau hanyut di laut. Beberapa dari mereka bahkan melakukan pendataan nama-nama korban yang berhasil dievakuasi, agar informasi dapat segera disampaikan kepada keluarga.
Menurut keterangan dari Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, evakuasi penumpang berhasil dilakukan. “Dipastikan seluruh korban sudah dievakuasi,” ungkapnya kepada Antara. Setelah proses evakuasi, beredar video yang menunjukkan kondisi kapal yang kini hangus terbakar, dengan asap masih mengepul di sekelilingnya.
Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII Manado, mengonfirmasi bahwa sebanyak 280 penumpang berhasil diselamatkan. Namun, tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia. Franky menambahkan, penyebab kematian ketiga penumpang tersebut bukan karena kebakaran, melainkan akibat kondisi kesehatan yang memburuk saat situasi darurat terjadi.
Proses pemeriksaan untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di dalam kapal masih berlangsung. KM Barcelona V.A dikenal sebagai kapal yang melayani rute-rute penumpang, termasuk Manado-Tahuna, Manado-Talaud, dan rute menuju kepulauan lainnya. Insiden kebakaran ini terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Talaud ke Manado.
Kejadian ini menciptakan suasana panik yang mengguncang. Video yang beredar menunjukkan suara panik penumpang dan perintah awak kapal agar menggunakan pelampung menjelang terjadinya kebakaran. Guncangan psikologis dari insiden ini tentu akan membekas dalam ingatan banyak orang yang terlibat.
Hingga saat ini, belum ada penyelidikan resmi dari otoritas pelayaran mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah penumpang yang tepat saat insiden terjadi. Di sisi lain, kecepatan reaksi baik dari tim penyelamat maupun warga setempat mendapat apresiasi, mengingat mereka bergerak sigap di tengah situasi darurat.
Keberadaan KM Barcelona V.A, yang melayani rute vital dalam transportasi pelayaran di wilayah tersebut, kini tengah menjadi sorotan. Para penumpang yang selamat berharap akan ada evaluasi dan peningkatan keselamatan di masa mendatang untuk mencegah kejadian serupa.
Pihak berwenang diharapkan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kebakaran, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk menjamin keselamatan penumpang di kapal-kapal lainnya. Proses penyelidikan mendatangkan harapan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Sejauh ini, perhatian utama tetap tertuju kepada para penumpang dan keluarga mereka yang terdampak.







