Tim gabungan TNI telah berhasil membongkar ladang ganja berskala besar di perbukitan Tor Sihite, Desa Rao-Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa, 29 Juli 2025, mereka menemukan sekitar 30 ribu batang ganja yang sebagian besar sudah siap panen. Penemuan ini menyoroti masih adanya praktik penanaman narkoba di wilayah yang sulit dijangkau.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, operasi ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0212/Tapanuli Selatan. “Tim gabungan berhasil mengamankan lahan seluas tiga hektare yang ditanami ganja,” ujarnya. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, di mana rombongan memulai perjalanan dari Desa Tambangan Tonga pada pukul 08.00 WIB dan menempuh medan berat selama hampir lima jam untuk mencapai lokasi di ketinggian 950 meter dari permukaan laut.
Setelah tiba di lokasi pada pukul 13.30 WIB, tim melakukan penyisiran dan menemukan 30 ribu batang ganja, dengan usia tanaman antara 3 hingga 5 bulan. Pemusnahan tanaman dilakukan dengan cara mencabut dan membakar seluruh tanaman tersebut. Sebanyak 320 batang ganja juga diamankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dalam operasi ini, tim gabungan yang terdiri dari 44 personel termasuk anggota dari Kodim 0212/TS, BNNK Mandailing Natal, Polres Madina, Satpol PP, serta warga desa. Untuk menjamin keamanan selama pemusnahan, dukungan berupa perlengkapan modern seperti drone DJI Air 3 dan kamera Nikon juga digunakan, selain senjata laras panjang.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa dari ancaman narkoba. “TNI memandang peredaran narkoba sebagai ancaman nyata terhadap ketahanan nasional. Keberhasilan pemusnahan ini adalah bukti bahwa kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi kejahatan narkotika,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meski ladang ganja ini ditemukan di lokasi terpencil, hal ini tidak menyurutkan semangat TNI dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli, kerja intelijen, serta menjalin sinergi strategis dengan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
Keberhasilan operasi ini pun memberi gambaran tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya memberantas narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Penanaman ganja di tempat-tempat terpencil menunjukkan bahwa jaringan narkoba masih aktif dan berusaha untuk tetap beroperasi meskipun ada upaya penegakan hukum yang terus dilakukan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kasus narkoba di Tanah Air memang meningkat, dan keberhasilan ini mengindikasikan bahwa TNI tidak hanya berfokus pada ancaman militer, tapi juga ancaman dari narkoba yang semakin merusak generasi muda. Dengan berbagai langkah yang diambil, pihak berwenang berharap dapat menekan laju peredaran narkoba dan menyelamatkan masyarakat dari dampak buruknya.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam melaporkan kegiatan mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba, agar ke depannya lebih banyak kasus serupa dapat diungkap dan ditindaklanjuti. Keberhasilan pemusnahan ladang ganja ini menjadi titik awal untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam memberantas praktik penanaman dan peredaran narkoba demi masa depan yang lebih baik.
