DDTC Library Pecahkan Rekor MURI, Koleksi Pajak Terbanyak Ini Jadi Sorotan

Author: Qoo Media

DDTC Library resmi mencatatkan rekor MURI sebagai perpustakaan pajak dengan koleksi literatur perpajakan terbanyak di Indonesia. Pengakuan ini menegaskan bahwa literasi pajak bukan sekadar urusan akademik, tetapi juga fondasi penting bagi kebijakan yang lebih berkualitas.

Penyerahan piagam dan medali dilakukan bertepatan dengan HUT ke-19 DDTC di DDTC Library, Menara DDTC, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Momen itu menjadi penanda bahwa upaya mengumpulkan dan membuka akses literatur pajak mulai mendapat perhatian luas.

Rekor yang lahir dari kebutuhan literasi pajak

Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri menyebut rekor tersebut memang layak diberikan kepada DDTC Library. Menurut dia, pencapaian ini diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak pihak di Indonesia untuk memperkuat literasi pajak dan memahami berbagai aspeknya.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip www.medcom.id pada Sabtu, 11 Juli 2026, Yusuf menilai pajak masih sering dipandang menakutkan oleh masyarakat awam. Karena itu, keberadaan DDTC Library dinilai dapat membantu menghadirkan pengetahuan dasar pajak yang lebih mudah diakses.

Yusuf juga menekankan bahwa manfaat perpustakaan ini bukan hanya untuk akademisi dan pemangku kebijakan, tetapi juga masyarakat luas. Pajak, kata dia, merupakan multidisiplin ilmu sehingga pengetahuan elementer tentang pajak dapat ikut membangun kesadaran pajak.

Literatur pajak dan kualitas kebijakan

Founder DDTC Darussalam menilai literatur pajak yang memadai menjadi kunci agar masyarakat semakin melek pajak. Dengan referensi yang kuat, para edukator dan pembuat kebijakan disebut bisa memiliki perspektif yang lebih luas dan pemahaman yang lebih tepat.

Darussalam menegaskan bahwa pemahaman pajak tidak cukup berhenti pada hukum positif atau aturan yang berlaku. Menurut dia, pembahasan pajak juga harus mencakup konsep pajak dan international best practice agar kebijakan yang dirumuskan lebih matang.

Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi perpajakan terhadap pendapatan negara sangat besar, sekitar 80 persen. Artinya, pembangunan Indonesia masih sangat bergantung pada pajak, sementara secara keilmuan bidang ini masih tertinggal.

Data Koleksi DDTC Library Jumlah Keterangan
Total koleksi 4.967 Seluruh literatur pendukung kajian perpajakan
Core tax collection 3.259 Buku koleksi perpajakan inti
Complementary tax collection 1.708 Buku koleksi pendukung perpajakan

Darussalam menyebut minimnya literatur komprehensif tentang pajak masih menjadi salah satu persoalan di Indonesia. Ia menilai kondisi itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan institusi pendidikan.

Melalui DDTC Library, kekosongan tersebut ingin diisi dengan koleksi literatur yang dapat dipakai untuk kajian perpajakan sebagai bidang multidisiplin. Darussalam berharap inisiatif ini bisa menjadi pemicu bagi kampus dan pemerintah agar ikut lebih membekali diri dalam isu pajak.

Dengan koleksi yang lebih komprehensif, kebijakan pajak diharapkan bisa diramu lebih baik dan tetap mempertimbangkan praktik terbaik internasional. Pada akhirnya, kebijakan semacam itu dinilai lebih berpeluang diterima oleh masyarakat.

Source: www.medcom.id
Terbaru