Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya dua siklon tropis yang berpotensi memicu hujan lebat serta gelombang tinggi di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Fenomena ini berasal dari Bibit Siklon Tropis Ragasa dan Bibit Siklon Tropis 98B yang terpantau aktif menurut pantauan satelit cuaca.
Siklon Tropis Ragasa dengan Kekuatan Kategori 5
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menyampaikan bahwa Siklon Tropis Ragasa saat ini terbentuk di Laut Filipina, sebelah timur Pulau Luzon, dengan kecepatan maksimum angin mencapai 100 knot atau sekitar 185 km per jam. Tekanan udara saat ini tercatat minimum 925 hPa. Dalam waktu 24 jam ke depan, kekuatan Ragasa diperkirakan semakin kuat hingga mencapai kategori 5, namun Siklon ini bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia.
Meski demikian, dampak tidak langsung dari siklon ini dapat menyebabkan curah hujan sedang hingga lebat meliputi wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Selain hujan deras, gelombang laut dengan ketinggian bervariasi antara 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, sehingga menimbulkan potensi risiko bagi aktivitas kelautan di kawasan tersebut.
Bibit Siklon Tropis 98B Berpotensi Menimbulkan Gelombang Tinggi
Selain Ragasa, BMKG juga mengidentifikasi bibit siklon tropis 98B yang terpantau di Teluk Benggala, timur laut Samudra Hindia. Saat ini, kekuatan angin maksimum tercatat 15 knot dengan tekanan minimum 1006 hPa. Bibit siklon ini memiliki peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia barat Aceh serta wilayah utara Selat Malaka.
Sementara bibit siklon tropis 92W yang terpantau di Samudra Pasifik Barat, tepatnya di timur laut Papua, memiliki potensi perkembangan yang rendah dan tidak signifikan berdampak terhadap cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam waktu dekat.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Nelayan
BMKG mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan operator transportasi laut, untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan gelombang tinggi yang disampaikan secara berkala. Kewaspadaan sangat dibutuhkan agar aktivitas di perairan dan pesisir dapat tetap berjalan dengan aman menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Berbagai upaya mitigasi dan pengawasan intensif di lapangan dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat. BMKG pun tetap memantau secara detil ketiga bibit siklon tropis ini guna memberikan informasi terkini dan akurat sesuai perkembangan situasi cuaca.
Dengan kondisi atmosfer yang saat ini dipengaruhi oleh dua siklon tropis aktif tersebut, masyarakat disarankan senantiasa waspada terhadap potensi hujan deras yang dapat menimbulkan banjir dan longsor, serta gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan aktivitas kelautan di kawasan rawan. Informasi terbaru BMKG dapat diakses melalui kanal resmi agar didapatkan prediksi cuaca yang tepat dan cepat.
