Apa Itu Cassandra Paradox? Rocky Gerung Walkout dari Talkshow Relawan Jokowi

Author: Qoo Media

Pengamat politik Rocky Gerung sempat mengalami momen kontroversial saat berdiskusi dalam sebuah talkshow bersama Relawan Jokowi di salah satu stasiun televisi nasional. Ketegangan meningkat ketika Rocky mengangkat istilah "Cassandra Paradox" dalam debat tersebut, yang membuat lawan bicaranya tampak kebingungan hingga akhirnya Rocky memilih untuk walkout atau meninggalkan acara.

Rocky Gerung dalam diskusi tersebut memperingatkan kondisi pemerintahan Indonesia yang menurutnya sedang berada di ambang yang tidak sehat. Ia juga mengkhawatirkan bahwa Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi pintu bagi sang ayah, Joko Widodo alias Jokowi, untuk kembali memimpin Indonesia. Pernyataan ini langsung mendapat bantahan dari pihak Relawan Jokowi yang meyakinkan bahwa kondisi demokrasi Indonesia tidak memungkinkan hal tersebut terjadi.

Ketika perdebatan memanas, Rocky mencoba menjelaskan konsep Cassandra Paradox sebagai kerangka pikir dalam menganalisis situasi saat ini. Dia mengutip legenda Yunani tentang Cassandra, seorang perempuan yang diberi kemampuan meramal masa depan oleh para dewa, namun dikutuk agar tidak ada yang mempercayai ramalannya.

“Di dalam sejarah Yunani, ada perempuan bernama Cassandra. Dia adalah seorang perempuan yang oleh dewa dan dewi di Olympus diberikan kecerdasan untuk memperkirakan yang akan terjadi di masa depan,” kata Rocky Gerung. “Dia dikutuk, bahwa semua yang dia ucapkan tidak satupun rakyat yang percaya,” imbuhnya.

Sayangnya, penjelasan Rocky tidak diterima dengan baik oleh lawan debatnya yang tampak tidak memahami makna Cassandra Paradox. Merasa debat tidak akan produktif, Rocky kemudian memilih keluar dari acara dengan alasan kejenuhan. Ia mengungkapkan, “Wassalamualaikum. Saya males. lanjutkan aja.”

Asal Usul dan Makna Cassandra Paradox

Legenda Cassandra berasal dari mitologi Yunani, di mana Cassandra adalah putri Troya yang diberikan kecerdasan dan kemampuan meramal masa depan oleh Dewa Apollo. Namun, karena menolak cinta Apollo, ia dikutuk sehingga perkataannya tidak dipercaya oleh siapa pun. Meski benar dalam ramalannya, perkataan Cassandra sering diabaikan hingga akhirnya bencana yang diprediksinya menjadi kenyataan.

Konsep tersebut kemudian menjadi istilah "Paradoks Cassandra" yang digunakan dalam berbagai bidang modern, terutama psikologi dan politik. Dalam psikologi, istilah ini mengacu pada situasi di mana seseorang memiliki kekhawatiran benar tentang masa depan, namun peringatannya tidak diindahkan oleh orang lain. Laurie Layton Schapira adalah salah satu akademisi yang memilah fenomena ini, mengamati betapa seringnya orang meremehkan kekhawatiran pasangannya yang sebenarnya valid.

Di dunia politik dan lingkungan, Paradoks Cassandra sering terjadi ketika tokoh atau aktivis memberikan peringatan serius, namun pesan mereka tidak mendapat respon memadai. Contohnya dalam isu perubahan iklim, seruan para aktivis kerap diabaikan meskipun ancamannya nyata. Dalam ranah politik internasional, misalnya kasus Dean Phillips yang sempat memperingatkan Presiden Joe Biden terkait tantangan di Pilpres AS 2024, namun peringatannya tidak digubris, terbukti ketika Biden akhirnya kalah.

Relevansi Cassandra Paradox dalam Politik Indonesia

Dalam konteks politik Indonesia, Rocky Gerung menggunakan konsep tersebut untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mencoba memperingatkan publik tentang potensi masalah yang akan datang, namun suaranya tidak didengar atau dianggap remeh oleh pihak-pihak tertentu. Istilah ini mencerminkan situasi di mana kritik atau peringatan mahasiswa, pengamat, atau elemen masyarakat lainnya kerap tak mendapat tempat dalam arus utama diskursus politik.

Perdebatan di televisi itu menegaskan kesenjangan persepsi antara kelompok pendukung pemerintah dan pengkritik. Konflik tersebut tidak hanya menggambarkan perbedaan pandangan, tetapi juga bagaimana pesan penting kadang diabaikan atau tidak dipahami, sejalan dengan esensi Paradoks Cassandra.

Fenomena walkout Rocky Gerung juga menjadi tanda adanya kejenuhan di kalangan pengamat dan kritikus politik terhadap narasi yang kerap didominasi oleh sensasi dan argumen yang dianggap dangkal. Dalam kesempatan lain, Rocky bahkan menyatakan bahwa beberapa forum diskusi saat ini lebih mencari sensasi daripada mengedepankan kedalaman analisis.

Pemahaman atas konsep Cassandra Paradox penting untuk mencerahkan situasi dinamika politik dan komunikasi publik. Istilah ini mengajak kita menyadari bagaimana peringatan dan analisis kritis sering terpinggirkan, meskipun mempunyai nilai signifikan untuk masa depan bangsa dan masyarakat secara keseluruhan.

Terbaru