Sejumlah wisatawan menilai suasana kawasan Malioboro, Yogyakarta, menjadi lebih nyaman dan asri saat uji coba penerapan Malioboro Full Pedestrian selama 24 jam penuh pada Selasa (7/10). Penutupan kawasan bagi kendaraan bermotor ini memberikan pengalaman baru yang dinilai dapat meningkatkan kenyamanan para pengunjung.
Fadila Putri, wisatawan berusia 24 tahun asal Solo, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa tanpa kehadiran kendaraan bermotor, suasana di Malioboro terasa lebih tenang dan sejuk. “Lebih enak, lebih sejuk sih. Kayak tenang gitu, enggak sericuh seramai biasanya,” ujarnya. Fadila menyebutkan bahwa suasana tanpa kendaraan membuat dirinya dan teman-temannya bisa berjalan kaki dan berbelanja dengan lebih santai.
Pengalaman Fadila cukup mewakili kebanyakan wisatawan yang datang pada masa uji coba tersebut. Ia memilih datang menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Solo dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Malioboro dengan berjalan kaki tanpa mengalami kendala berarti meskipun kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk kawasan tersebut. Untuk jarak yang agak jauh atau ingin menikmati destinasi lain, Fadila dan rombongan juga menggunakan becak motor. “Aku naik kendaraan umum, jadi enggak masalah. Dari stasiun ke sini jalan kaki, sekalian menikmati suasananya,” tambahnya.
Di lokasi, terlihat banyak wisatawan berjalan santai di tengah jalan sambil berfoto dan duduk lesehan untuk menikmati suasana Malioboro yang bebas dari polusi suara dan asap kendaraan bermotor. Petugas juga sigap meminta pengendara yang masih nekat masuk kawasan untuk menuntun motor keluar dari area. Hal ini memberikan indikasi kuat bahwa pelarangan kendaraan berjalan efektif selama uji coba tersebut.
Yessi Setia, wisatawan asal Bandung yang mengunjungi Malioboro untuk ketiga kalinya, juga menyatakan rasa puasnya terhadap penerapan kawasan pedestrian ini. Menurut Yessi, suasana yang asri dan tenteram hampir tidak pernah dirasakan saat Malioboro dilalui kendaraan bermotor. “Asri, tenteram. Buat spot foto juga enak,” katanya. Dia menilai kebijakan tersebut membuat kawasan lebih bersih dan nyaman untuk berjalan-jalan.
Uji coba Malioboro Full Pedestrian ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 00.00 WIB Selasa (7/10) hingga pukul 00.00 WIB Rabu (8/10) yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-269 Kota Yogyakarta. Kebijakan ini merupakan langkah awal Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penataan kawasan Malioboro menuju kawasan pedestrian total yang ramah pejalan kaki dan ramah lingkungan. Dalam pelaksanaannya, kendaraan bermotor dilarang melintasi kawasan, kecuali bus Trans Jogja dan kendaraan bongkar muat pedagang yang mendapat pengecualian.
Selain momen baru dalam pengaturan lalu lintas, kawasan Malioboro juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan musik oleh musisi jalanan terpilih. Hal ini memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang dapat menikmati hiburan secara langsung sembari merasakan kenyamanan di kawasan yang kini lebih manusiawi.
Pelaksanaan uji coba ini mendapat respon positif dari para pengunjung, baik dari sisi kenyamanan hingga aspek keamanan dan kebersihan. Kebijakan ini diharapkan menjadi acuan ketika kawasan pedestrian permanen Malioboro diterapkan di masa mendatang.
Dari pengalaman uji coba tersebut, terlihat bahwa pengelolaan kawasan wisata yang prioritaskan pejalan kaki membawa manfaat ganda; meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di jantung Kota Yogyakarta. Pemerintah bersama pelaku wisata dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi menjaga dan mengembangkan Malioboro sebagai destinasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Source: mediaindonesia.com
