Bupati Klaten Resmikan Palang Pintu Kereta Api Mbah Ruwet dan Taji

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, secara resmi meresmikan palang pintu kereta api di lokasi perlintasan Mbah Ruwet dan Taji yang terletak di Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Selasa (21/10). Peresmian tersebut menandai berfungsinya palang pintu dan pos jaga di jalur perlintasan langsung (JPL) 254 Mbah Ruwet sebagai upaya meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan Palang Pintu dan Pos Jaga

Pembangunan palang pintu kereta api Mbah Ruwet dan Taji dimulai sejak 26 Juni dan selesai pada 13 Oktober 2025. Proyek ini dibiayai dengan anggaran total sebesar Rp406 juta. Kepala Dinas Perhubungan Klaten, Supriyono, menjelaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

"Ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap keselamatan masyarakat yang sering melintasi jalur tersebut,” ujar Supriyono. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan rambu-rambu lalu lintas meskipun telah terpasang palang pintu sebagai tanda pengaman.

Latar Belakang Keselamatan

Perlintasan sebidang Mbah Ruwet memiliki sejarah kecelakaan yang tragis. Sekitar 15 tahun yang lalu, pernah terjadi kecelakaan fatal ketika sebuah bus rombongan pengantin tertabrak kereta api di lokasi ini, yang menewaskan 15 orang. Peristiwa tersebut menjadi momen penting yang mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pengamanan ekstra agar kejadian serupa tidak terulang.

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden terdahulu dan menegaskan pentingnya keberadaan palang pintu ini. “Kecelakaan dengan banyak korban itu jangan sampai terulang lagi. Alhamdulillah, sekarang di Mbah Ruwet dan Taji sudah dibangun palang pintu kereta,” tegasnya.

Pentingnya Palang Pintu Dalam Menjamin Keselamatan

Palang pintu kereta api dan pos jaga ini tidak hanya berfungsi sebagai penghalang fisik ketika kereta akan melintas, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kesadaran pengguna jalan agar selalu waspada. Dengan adanya fasilitias ini, diharapkan lingkungan sekitar perlintasan menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain Bupati Hamenang, peresmian fasilitas ini juga dihadiri oleh Sumiyarso dari Daop 6 Yogyakarta, jajaran pejabat Setda Klaten yakni Asisten II dan III, Kepala OPD, dan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Ceper.

Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Keselamatan Berlalulintas

Pembangunan palang pintu ini merupakan serangkaian usaha yang dilakukan pemerintah Klaten dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar dan melibatkan stakeholder terkait, diharapkan keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang dapat terus terjaga.

Di samping pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan melakukan kewaspadaan saat melintasi jalur kereta api. Hal ini krusial agar upaya pencegahan kecelakaan berjalan efektif.

Data Penting Mengenai Pembangunan Palang Pintu Kereta Api Mbah Ruwet dan Taji

  1. Lokasi: Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten
  2. Proyek mulai: 26 Juni 2025
  3. Proyek selesai: 13 Oktober 2025
  4. Anggaran: Rp406 juta
  5. Fungsi: Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat berlalu lintas
  6. Riwayat kecelakaan: 15 korban jiwa pada kecelakaan bus 15 tahun lalu

Dengan beroperasinya palang pintu kereta api Mbah Ruwet dan Taji, masyarakat Klaten dapat berharap pada peningkatan keselamatan saat berlalu lintas di jalur kereta api yang sebelumnya rawan kecelakaan. Pemerintah daerah tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jalan dan warga setempat untuk tetap waspada dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Source: mediaindonesia.com

Exit mobile version