Tragis! 4 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Hanyut di Kendal Ditemukan Meninggal Dunia

Kontak Darurat dan Pencarian Terus Berlanjut

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tengah berduka karena enam mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kendal terhanyut saat bermain tubing di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo. Sampai berita ini ditulis, empat mahasiswa telah ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Keempat korban yang sudah ditemukan adalah Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) dari Bojonegoro, Riski Amelia (21) dan Syifa Nadilah (21) dari Pemalang, serta Muhammad Labib Risqi (21) dari Pekalongan. Jenazah mereka tengah disemayamkan di rumah sakit setempat untuk proses pemeriksaan dan pemulasan sebelum diserahkan ke keluarga.

Situasi Pencarian dan Kondisi Mahasiswa yang Selamat

Dua mahasiswa yang masih belum ditemukan adalah Bima Pranawira (21) dari Gresik dan Muhammad Jibril Asyarofi (21) dari Jepara. Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai hingga ke hilir menggunakan lampu penerangan meski cuaca dan kondisi lokasi cukup gelap. Kepala Seksi Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyebutkan bahwa petugas SAR segera diterjunkan begitu mendapat laporan adanya kejadian hanyut.

Dari total 15 mahasiswa yang berada di lokasi, sembilan lainnya selamat. Namun, mereka mengalami trauma berat dan belum bisa dimintai keterangan. Tim SAR membawa mereka ke posko KKN agar dapat memperoleh pendampingan dan penanganan psikologis.

Reaksi dan Tindakan dari UIN Walisongo Semarang

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Nizar, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa universitas berkomitmen menangani insiden ini secara serius. “Kami memohon doa agar dua mahasiswa yang hilang segera ditemukan,” ujar Prof. Nizar pada Selasa malam, 4 November.

Selain itu, pihak kampus telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyiapkan layanan konseling serta pendampingan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga terdampak. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program KKN juga akan dilakukan, terutama pada aspek keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan lapangan.

Kejadian dan Faktor Penyebab Musibah

Menurut keterangan Kepala Seksi Pusdalops BPBD Kabupaten Kendal, peristiwa berawal saat 15 mahasiswa bermain tubing di Sungai Jolinggo. Awalnya kondisi sungai tenang, tetapi tiba-tiba hujan lebat di hulu menyebabkan debit air sungai naik drastis. Arus yang kuat itu menyeret enam mahasiswa hingga hanyut terbawa air.

Iwan Sulistyo menjelaskan bahwa korban yang ditemukan tersebar di beberapa titik. “Korban pertama ditemukan di bawah jembatan, kemudian dua lagi, dan terakhir satu korban lagi. Kami masih terus mencari dua korban yang hilang,” ujarnya.

Langkah-Langkah Keselamatan yang Akan Diperkuat

Pihak UIN Walisongo akan memperketat sistem keamanan pelaksanaan KKN di seluruh lokasi. Program mitigasi risiko dan pengawasan akan menjadi prioritas agar insiden serupa tidak terulang. KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus dilaksanakan secara hati-hati dan penuh kesiapsiagaan.

Dengan musibah yang menimpa mahasiswa KKN ini, kampus juga menegaskan pentingnya keselamatan mahasiswa selama menjalankan tugas lapangan. Pendampingan psikologis dan spiritual kini menjadi fokus utama untuk membantu mahasiswa dan keluarga korban agar dapat melewati masa sulit ini.

Pengalaman buruk ini diharapkan menjadi pelajaran untuk meningkatkan standar keamanan dan respons cepat dalam kegiatan lapangan. Tim SAR, relawan, serta civitas akademika terus bekerja keras untuk menemukan dua mahasiswa yang masih hilang dan memastikan keselamatan seluruh peserta KKN.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version