Korban Terakhir Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut di Sungai Jolinggo Akhirnya Ditemukan

Korban Terakhir Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Hanyut di Sungai Jolinggo Ditemukan

Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo sejak Selasa (4/11) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban terakhir bernama Nabila Yulian Desi Pramesti berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (5/11) malam sekitar pukul 21.50 WIB.

Nabila ditemukan di sekitar Jembatan Blanten, Gemuh, Kendal, yang merupakan lokasi cukup jauh dari titik awal kejadian. Dengan ditemukannya korban terakhir ini, operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari resmi ditutup oleh Basarnas Semarang.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menyatakan seluruh tugas tim SAR telah selesai dan personel kini ditarik ke pos masing-masing. Jenazah Nabila kemudian dievakuasi ke Puskesmas Singorojo sebelum dibawa ke RSUD Suwondo Kendal untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Secara keseluruhan, keenam mahasiswa yang hanyut tersebut yaitu Riska Amelia, Sifa Nadilah, M Labib Rizki, Bima Pranawira, M Jibril As Sarafi, dan Nabila Yulian Desi Pramesti telah ditemukan meninggal. Mereka adalah mahasiswa aktif program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Nabila dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebagian jenazah korban telah dibawa pulang ke kampung halaman dan dimakamkan sesuai adat keluarga masing-masing. Proses evakuasi dan pengembalian jenazah dilakukan secara tertib dan penuh perhatian oleh tim medis serta petugas SAR.

Aksi Solidaritas dan Doa Bersama Mahasiswa

Sebelum korban terakhir ditemukan, ratusan mahasiswa UIN Walisongo menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di area Landmark Kampus 3 pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB. Aksi tersebut diikuti sekitar 400 mahasiswa yang mengenakan pakaian hitam.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa menyalakan lilin, menabur bunga, serta membacakan puisi untuk mengenang rekan mereka. Suasana duka sangat terasa dengan isak tangis yang terdengar selama acara berlangsung.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Muhammad Mu’tasimbillah, menyampaikan bahwa aksi ini juga menjadi bentuk respons atas kecelakaan yang menimpa rekan-rekan mereka. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

DEMA UIN Walisongo berencana meminta evaluasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terkait insiden ini. Langkah tersebut diambil untuk memastikan keselamatan mahasiswa selama melaksanakan program KKN.

Fakta Penting Mengenai Kejadian

  1. Enam mahasiswa UIN Walisongo hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kendal pada Selasa siang (4/11).
  2. Evakuasi dan pencarian berlangsung selama dua hari yang melibatkan tim SAR gabungan.
  3. Korban terakhir ditemukan di kawasan Jembatan Blanten, Gemuh, Kendal pada Rabu malam (5/11).
  4. Seluruh korban berumur sekitar 21 tahun dan sebagian telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
  5. Mahasiswa UIN Walisongo menggelar aksi damai dan doa sebagai tanda solidaritas.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi institusi pendidikan dan stakeholder terkait agar pengawasan keselamatan mahasiswa selama kegiatan lapangan dapat diperketat. Selain itu, ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan prosedur keamanan di lokasi operasional mahasiswa.

Tim SAR dan pihak kampus juga diharapkan melakukan evaluasi secara menyeluruh serta memberikan dukungan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Kegiatan KKN sebagai wujud pengabdian mahasiswa sebaiknya tetap mengutamakan aspek keselamatan dan mitigasi risiko.

Dengan berakhirnya pencarian ini, diharapkan proses pemulihan dan dukungan sosial bagi keluarga dan mahasiswa bisa berjalan lancar demi menjaga rasa keadilan dan empati komunitas akademik. Upaya preventif dan edukasi keselamatan lebih intensif menjadi langkah utama ke depan.

Informasi terperinci mengenai insiden ini telah dikonfirmasi oleh Basarnas Semarang dan pihak kampus sebagai sumber resmi. Seluruh masyarakat dan sivitas akademika diminta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban agar mereka dapat melewati masa sulit ini dengan penuh ketabahan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version