Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari mengalami kekalahan pada babak kedua Indonesia Masters 2026. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Arisa Igarashi dan Miyu Takahashi, dengan skor telak 15-21 dan 8-21 dalam dua gim langsung.
Pertandingan ini berlangsung dengan dominasi penuh dari Igarashi/Takahashi yang berhasil mengendalikan ritme permainan. Ana/Trias kesulitan mengeluarkan strategi terbaik mereka dan terus tertinggal dalam poin. Banyak kesalahan tak perlu (unforced errors) yang diperbuat Ana/Trias hingga memberikan keuntungan besar bagi lawan.
Evaluasi Penampilan dan Pola Permainan
Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan bahwa penampilan mereka kurang maksimal. Mereka sebenarnya sudah menyiapkan pola permainan matang, tetapi gagal keluar dari tekanan lawan yang agresif. Meilysa Trias menambahkan bahwa mereka terlalu terbawa alur permainan lawan sehingga kehilangan kendali strategi.
Igarashi yang pernah bermain di sektor ganda campuran bersama Yuta Watanabe, membawa pola menyerang yang khas dan memaksa Ana/Trias bermain bertahan tanpa lob. Pola tersebut membuat pasangan Indonesia kesulitan beradaptasi dan gagal mengembangkan permainan ofensif mereka.
Kesiapan dan Pembinaan Tim
Pasangan Ana/Trias merupakan hasil kombinasi baru dengan pengawasan pelatih Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari. Keduanya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait performa pertandingan ini. Fokus utama perbaikan adalah peningkatan ketenangan di lapangan dan koordinasi defense agar lebih rapat.
Pasangan ini juga berusaha menjaga profesionalisme di tengah perubahan komposisi pemain. Ana menjelaskan bahwa pergantian pasangan adalah hal yang lumrah dalam dunia ganda. Mereka tetap fokus pada masing-masing pertandingan dan terus beradaptasi demi hasil terbaik.
Rekam Jejak Sebelumnya
Sebelum dipasangkan bersama, Ana berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi dan Trias bermain bersama Rachel Alessya Rose. Namun sejak dibentuk oleh pelatih Karel, mereka telah menunjukkan potensi dengan menembus final Australian Open 2025.
Meski tersingkir lebih awal di Indonesia Masters 2026, pengalaman ini menjadi bahan pembelajaran berharga. Mereka berkomitmen untuk memperbaiki aspek teknik, mental, dan taktik agar lebih kompetitif ke depannya.
Berbicara tentang pola permainan lawan yang agresif dan penguasaan lapangan, Ana/Trias perlu lebih bisa menahan tekanan dan memaksimalkan peluang dalam bertahan dan menyerang. Pelajaran ini diharapkan dapat menajamkan strategi maupun fisik agar mampu bersaing di level turnamen internasional yang semakin tinggi.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id